Teror KKB, Warga Tembagapura Belum Bisa Kembali ke Kampungnya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw usai rapat dengar pendapat di Gedung Nusantara II DPR-MPR Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu, 20 November 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw usai rapat dengar pendapat di Gedung Nusantara II DPR-MPR Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu, 20 November 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan ratusan warga dari Distrik Tembagapura yang selama ini mengungsi ke Timika belum bisa kembali ke kampungnya masing-masing. Sebab, Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB masih berada di sekitar kampung mereka.

    Paulus menerima laporan bahwa KKB pimpinan komandan operasi Lekagak Telenggeng itu masih berada di kawasan Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura. "Hasil monitoring kami mereka masih berada di sekitar situ, bahkan mereka membuat semacam markas sementara di situ," kata dia, Ahad, 26 Juli 2020.

    Ratusan warga dari tiga kampung di Distrik Tembagapura, yaitu Waa-Banti, Opitawak dan Kimbeli telah mengungsi sejak Februari lalu ke Timika. Mereka diungsikan ke kota karena KKB masuk kampung mereka dan melakukan intimidasi.

    Paulus pun meminta warga untuk bersabar dan tidak kembali ke kampungnya dalam waktu dekat. "Saya mengerti betul keadaan saudara-saudara dari Tembagapura. Kami akan segera membahas dan membicarakan ini dengan baik," ujarnya.

    Paulus menjelaskan ada plus dan minus yang dihadapi warga Tembagapura yang mengungsi ke Timika. "Minusnya masyarakat pasti susah, mereka mengalami kesulitan tempat tinggal sementara ini di Timika karena ada keterbatasan-keterbatasan tempat tinggal, logistik makanan dan lainnya," kata dia.

    Di sisi lain, kata Paulus, dengan mengungsi, warga tiga kampung itu tidak menjadi korban KKB. "Kita tahu bersama bahwa kelompok bersenjata ini selalu menggunakan masyarakat sebagai tameng hidup. Artinya masyarakat selalu dijadikan korban," ujarnya.

    Paulus pun menegaskan jajarannya akan terus melakukan upaya-upaya tegas kepada KKB agar mereka segera meninggalkan kawasan perkampungan di sekitar Tembagapura itu.

    "Kami akan melakukan upaya-upaya untuk segera mengeluarkan kelompok bersenjata ini dari wilayah Tembagapura supaya masyarakat bisa kembali ke sana. Ingat bahwa kelompok ini punya tujuan berada di sana," kata Paulus.

    KKB yang kini masih bercokol di Distrik Tembagapura itu merupakan gabungan dari beberapa kelompok seperti Kelompok Yambi Kabupaten Puncak, Kelompok Intan Jaya, Kelompok Ilaga, Kelompok Tembagapura sendiri dan Kelompok Kali Kopi Timika. Beberapa waktu lalu KKB telah mengeluarkan pernyataan terbuka untuk siap melakukan perang dengan aparat TNI dan Polri mulai dari kawasan pertambangan Grasberg Tembagapura hingga wilayah dataran rendah Mimika.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.