Propam Periksa Dugaan Penganiayaan Polisi Terhadap Anaknya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi KDRT. radiocacula.com

    Ilustrasi KDRT. radiocacula.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mabes Polri menyatakan Divisi Profesi dan Pengamanan turut mendampingi kasus dugaan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT oleh Komisaris Besar Rahmad Widodo terhadap keluarganya.

    "Ya, Propam mendampingi karena berkaitan dengan anggota," ucap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Selatan, pada Ahad, 26 Juli 2020.

    Rahmad Wibowo, penyidik utama Bareskrim Polri dilaporkan setelah diduga menganiaya istri dan anak. Argo mengatakan, insiden itu berawal ketika Rahmad dan keponakannya terlibat cekcok.

    Kemudian, anak Rahmad membela sang sepupu yang sudah dipukul oleh ayahnya. Anak Rahmad bahkan menggigit tangan ayahnya demi melerai percekcokan tersebut. "Saat melerai itu, anaknya kena pukul juga," kata Argo.

    Atas peristiwa tersebut, anak Rahmad yang bernama Aurellia Renatha dan ibunya melapor ke Polsek Kelapa Gading. Sedangkan Rahmad juga melaporkan anaknya ke Polres Jakarta Utara. "Sekarang kasusnya ditarik ke Polres Jakarta Utara," ucap Rahmad.

    Sebelumnya, di media sosial Aurellia membeberkan peristiwa penganiayaan oleh ayahnya yang diduga membela seorang perempuan berinisial N. Aurellia pun melapor ke polisi dan Div Propam atas perbuatan ayahnya dan menjalani visum sebagai bukti pemukulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.