Saat Risma Hukum Push Up Puluhan Remaja yang Tak Pakai Masker

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Jatim Tri Rismaharini (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

    Wali Kota Surabaya, Jatim Tri Rismaharini (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

    TEMPO.CO, JakartaWali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma memberikan sanksi berupa push up kepada puluhan remaja yang melanggar protokol kesehatan dengan tidak memakai masker.

    "Kemarin (Sabtu, 25 Juli) malam, saya turun dari mobil saat melintas di Jalan Diponegoro untuk mengingatkan anak-anak remaja yang tengah asyik nongkrong di atas pedestrian malam-malam," kata Risma di Surabaya, Ahad, 26 Juli 2020.

    Para remaja itu, kata Risma, tidak menggunakan masker. Ia pun mengingatkan agar mereka tetap memakai masker di mana pun berada dan terus menjaga jarak.

    Risma juga mendapati puluhan remaja yang sedang main game daring di salah satu warung kopi di Jalan Diponegoro. Ia kemudian membubarkan para remaja itu bersama petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan

    Para remaja yang tak memakai masker itu pun diberi hukuman push up oleh Risma. Setelah diberi hukuman push up lebih dari 10 kali, remaja tersebut kemudian diberi masker dan diminta pulang. Sedangkan pemilik warung, kemudian dimintai identitasnya untuk didata.

    Bahkan Risma juga mengancam jika ada remaja yang terkena Covid-19, maka akan dikarantina selama 14 hari. Selama masa karantina itu tidak boleh ketemu dengan siapa pun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.