Achmad Purnomo Positif, Deretan Kepala Daerah Terpapar Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo saat menghadiri acara tes usap COVID-19 di Pendapi Gedhe Balai Kota Surakarta, Sabtu, 18 Juli 2020. Saat ini Purnomo tengah menjalani isolasi mandiri dan tidak merasakan keluhan apapun. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

    Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo saat menghadiri acara tes usap COVID-19 di Pendapi Gedhe Balai Kota Surakarta, Sabtu, 18 Juli 2020. Saat ini Purnomo tengah menjalani isolasi mandiri dan tidak merasakan keluhan apapun. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, baru saja dinyatakan positif tertular Covid-19 Jumat, 24 Juli 2020. Nama dia menambah jajaran kepala daerah yang ikut terpapar virus di tengah pandemi.

    Kebanyakan dari mereka berhasil selamat dan dinyatakan sembuh. Namun ada pula yang meninggal dengan status sebagai pasien. Berikut beberapa kepala daerah lain yang terpapar Covid-19 yang dihimpun Tempo.

    1. Wali Kota Bogor Bima Arya
    Bima Arya pertama dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis, 19 Maret 2020. Sebelum dinyatakan mengidap virus, dia dan rombongan berkunjung ke Turki dan Azerbaijan pada 9-16 Maret 2020. Sesuai dengan protokol yang ditetapkan pemerintah, orang yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri berstatus orang dalam pemantauan. Tes swab dijalaninya pada Selasa, 17 Maret 2020 dan hasilnya diketahui dua hari kemudian.

    Pada 18 April, Bima dinyatakan sembuh dari virus tersebut setelah dua kali hasil test swab yang ia jalani negatif. Pada akhir April, setelah menjalani isolasi mandiri, Bima mulai aktif kembali bekerja.

    2. Wali Kota Tanjungpinang Syahrul
    Wali Kota Tanjungpinang Syahrul ditetapkan positif Covid-19 pada 13 April 2020. Saat itu, ia dirawat di Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepulauan Riau) setelah mengeluhkan sesak nafas.

    Namun Syahrul tak mampu bertahan. Pada 28 April 2020, Ketua Gugus Penanganan Covid-19, Tjetep Yudiana, menyatakan Syahrul meninggal di tengah perawatan.

    3. Wali Kota Karawang Cellica Nurrachadiana
    Cellica diumumkan positif terinfeksi Covid-19 pada 24 Maret 2020. Melalui laman Instagramnya, Cellica mengatakan tak memiliki gejala mengidap Corona seperti demam, batuk atau pilek. Saat itu, ia pun melanjutkan tugas sehari-hari sebagai Bupati, termasuk hadir ke acara-acara yang diikuti banyak orang.

    Merunut 14 hari ke belakang sebelum dinyatakan positif, Cellica sempat menghadiri sejumlah acara. Sekitar dua pekan lalu, ia hadir di Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Barat, di Swiss Belhotel, Karawang pada Senin, 9 Maret 2020. Ia duduk satu deret dengan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

    Belakangan Yana dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Ridwan Kamil menyebut acara Musda HIPMI sebagai salah satu klaster penyebaran virus Corona di Jawa Barat.

    Cellica baru dinyatakan sembuh pada pertengahan April. Di akhir bulan, ia nampak sudah kembali bekerja.

    4. Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana
    Yana menyatakan diri positif terinfeksi Corona pada 23 Maret 2020. Yana mengatakan ia sempat mengalami demam. Sehingga, ia memutuskan untuk tes. "Saya sudah melakukan tes dan hasilnya positif Corona Covid-19," kata Yana.

    Pada 3 April, Yana kembali bekerja setelah dinyatakan sembuh. Meski begitu, ia lengkap mengenakan sarung tangan dan masker di hari pertamanya kerja pasca sembuh.

    5. Bupati Pemalang Junaedi
    Purnomo bukan kepala daerah asal Jawa Tengah pertama yang terpapar Covid-19. Sebelum dia, Bupati Pemalang Junaedi dan istrinya Irna Setiawati dinyatakan positif Covid-19 pada 22 Juli 2020. Selain mereka, dua pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang juga positif. Mereka kini menjalani perawatan di rumah sakit.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, Irna yang merupakan anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah memiliki gejala batuk. "Saya teelpon bilang cuma batuk-batuk, tapi di-swab positif," ujar Ganjar.

    6. Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor
    Aptripel, 54 tahun, mengalami sakit dan dirawat di Rumah Sakit Wahidin pada Kamis, 2 April 2020. Selanjutnya tim medis menempatkan dia di ruang isolasi dan memasang alat ventilator (alat bantu pernafasan). Ia dirawat dengan status pasien salam pengawasan alias PDP. Naas, malam harinya, Aptrilel dinyatakan meninggal.

    Ia sempat menjalani perawatan di RS Morowali namun kemudian dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo. Saat dirujuk itu, ada sejumlah orang yang mengantar. Belakangan, istri dan dua anak almarhum Aptripel Tumimomor dilaporkan positif Corona setelah melakukan tes swab.

    7. Bupati Melawi
    Bupati Melawi, Kalimantan Barat, Panji menyatakan diri terpapar Covid-19 pada 2 Juni 2020. Tak hanya Panji, virus juga menjangkiti istri, tiga anak, dan mertua Panji. Namun pada 20 Juni, ia dan keluarganya dinyatakan sembuh.

    8. Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo
    Nama Purnomo menjadi nama yang terakhir masuk dalam daftar nama kepala daerah yang terkonfirmasi terkena Covid-19. Kondisinya disebut cukup baik dan kini sedang menjalani isolasi mandiri.

    Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan, Satgas tengah melakukan penelusuran kontak dekat. "Sebagai pejabat, beliau tentu telah bertemu dengan banyak orang," kata dia, Jumat 24 Juli 2020.

    Salah satu yang ditemui Purnomo belakangan adalah Presiden Joko Widodo. Jokowi diketahui menerima kunjungan Purnomo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada 20 Juli 2020 lalu. Hal ini membuat Jokowi dan beberapa lingkungan terdekatnya langsung melakukan test swab.

    EGI ADYATAMA | ANTARA | BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?