Idul Adha 2020, Jokowi Kurban Sapi Limosin di Kalteng

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peternak sapi, Rika Daru Effendi (28) menunjukan sapi jenis simmental yang terpilih menjadi salah satu hewan kurban Presiden Joko Widodo untuk Idul Adha 1441 H di Sedayu, Bantul, D.I Yogyakarta, Jumat, 24 Juli 2020. Sapi yang diberi nama

    Peternak sapi, Rika Daru Effendi (28) menunjukan sapi jenis simmental yang terpilih menjadi salah satu hewan kurban Presiden Joko Widodo untuk Idul Adha 1441 H di Sedayu, Bantul, D.I Yogyakarta, Jumat, 24 Juli 2020. Sapi yang diberi nama "Gombloh" dengan bobot 1 ton itu dibanderol dengan harga Rp87 juta. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, JakartaKepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, menyatakan Presiden Jokowi menyiapkan sapi kurban untuk masyarakat pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. "Sapi kurban Presiden Jokowi ini berjenis limosin dengan berat sekitar 1,3 ton," kata dia di Palangka Raya, Jumat, 24 Juli 2020.

    Sebelumnya, Dinas TPHP mendapatkan tugas dari tim kepresidenan untuk mencari dan membeli hewan kurban jenis sapi yang akan diberikan masyarakat di Kalimantan Tengah. Petugas pun mendapatkan sapi jenis limosin dengan berat sekitar 1,3 ton dan harganya sekitar Rp75 juta.

    Sapi tersebut berasal dari peternak sapi di Palangka Raya yang berada di kawasan Jalan Mahir Mahar. Rencananya hewan kurban itu akan diserahkan ke Masjid Aqidah Palangka Raya. "Tim kepresidenan mengaku puas dan mengapresiasi sapi limosin yang berhasil disiapkan tersebut untuk dikurbankan di Kalimantan Tengah," jelasnya.

    Sementara itu, hingga saat ini kesiapan pelaksanaan Idul Adha 2020 di Kalteng sudah cukup baik, termasuk ketersediaan sapi kurban untuk masyarakat. Terkait pelaksanaan kurban, petugas telah menyosialisasikan aturan berdasarkan surat edaran dari pemerintah pusat, salah satunya yakni tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Meski demikian, selama ini dalam tahapan kurban tim kesehatan hewan selalu memeriksa setiap hewan kurban untuk memastikan kondisi kesehatan dan bebas dari penyakit. "Dalam surat edaran itu, dianjurkan penyembelihan dilakukan di Rumah Potong Hewan atau RPH. Namun jumlah RPH Kalteng tidak memadai jika dibandingkan jumlah hewan yang akan dikurbankan," tutur Sunarti.

    Hanya ada sekitar enam RPH besar di Kalteng, sedangkan untuk rata-rata hewan kurban di Palangka Raya setiap tahunnya saja jumlahnya bisa mencapai ribuan. Sehingga untuk jumlah keseluruhan se-Kalimantan Tengah tentu akan lebih banyak lagi. "Untuk itu kami bersama pemerintah kabupaten dan kota terus berkoordinasi dan rutin turun ke lapangan memastikan pelaksanaan kurban berjalan sesuai ketentuan," ujar Sunarti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.