Nadiem: Evaluasi Program Organisasi Penggerak Kuatkan Integritas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 8 Juli 2020. (ANTARA/HO- Humas Kemendikbud)

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 8 Juli 2020. (ANTARA/HO- Humas Kemendikbud)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta organisasi yang lolos seleksi Program Organisasi Penggerak tidak khawatir dengan rencana evaluasi lanjutan.

    “Proses evaluasi ini akan semakin memperkuat mandat program,” kata Nadiem dalam webinar, Jumat, 24 Juli 2020.

    Nadiem mengatakan, evaluasi lanjutan ini akan memperkuat integritas program, serta dukungan masyarakat dan ormas agar menghasilkan output yang diinginkan.

    Sehingga, kata dia, yang lolos seleksi bisa melaksanakan semua gerakannya dengan penuh percaya diri, motivasi tinggi, dan mendapat dukungan masyarakat.

    Dalam evaluasi ini, Nadiem akan memastikan organisasi yang lolos seleksi POP memenuhi aspek akuntabilitas, berintegritas, transparansi, dan program-programnya bisa dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19.

    Rencananya, evaluasi lanjutan akan dilaksanakan selama 3-4 pekan. Menurut Nadiem, evaluasi akan melibatkan eksternal, seperti lembaga pemerintahan, organisasi masyarakat yang sudah puluhan tahun berdedikasi di bidang pendidikan, dan para pakar pendidikan. “Kami sangat inginkan opini, pendapat, dan dukungan dari mereka,” ujarnya.

    POP merupakan program peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan sumber daya manusia yang digagas oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud. Beberapa waktu lalu, Kemendikbud mengumumkan ada 183 proposal dari 156 organisasi yang lolos seleksi.

    Belakangan, kebijakan ini menuai kritik setelah dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, memutuskan mundur dari POP. Kedua organisasi mempertanyakan transparansi proses seleksi karena diduga ada ormas abal-abal yang lolos dan mendapat bantuan dana hingga Rp 20 miliar.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.