PKS Usung Akhyar Nasution untuk Lawan Menantu Jokowi di Medan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution (kanan) bergegas usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut, Medan, Sumatera Utara, Jumat 12 Juni 2020. Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut memeriksa Akhyar Nasution sebagai saksi dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran dalam penyelenggaraan kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tahun 2020 dengan dana sebesar Rp4,7 Milliar. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution (kanan) bergegas usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut, Medan, Sumatera Utara, Jumat 12 Juni 2020. Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut memeriksa Akhyar Nasution sebagai saksi dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran dalam penyelenggaraan kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tahun 2020 dengan dana sebesar Rp4,7 Milliar. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Sohibul Iman mengatakan partainya kemungkinan akan mengusung pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution. 

    Sohibul Iman mengatakan Akhyar akan menjadi calon untuk melawan menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi Bobby Nasution.

    "Sedang komunikasi politik untuk mengusung calon di luar Bobby dan yang menguat pak Akhyar," katanya dalam konferensi pers di Gedung MD PKS, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2020.

    Menurut Sohibul, PKS kemungkinan besar akan berkoalisi dengan Partai Demokrat. "Karena Pak Akhyar sudah masuk menjadi kader Partai Demokrat," tuturnya.

    Ia berujar koalisi PKS dan Partai Demokrat sudah cukup untuk bisa mengusung pasangan calon Wali Kota Medan. Adapun syarat administrasi untuk bisa mengajukan pasangan calon adalah partai atau gabungan partai harus memiliki minimal 20 persen kursi DPRD atau minimal 10 kursi untuk Pilkada Medan.

    Dengan syarat tersebut, hanya PDIP dan Partai Gerindra yang bisa mengusung pasangan calon sendiri tanpa perlu berkoalisi.

    Adapun sisa kursi DPRD Medan lainnya dimiliki oleh PKS (7 kursi), PAN (6 kursi), NasDem (4 kursi), Demokrat (4 kursi), Golkar (4 kursi), PSI (2 kursi), Hanura (2 kursi), dan PPP (1 kursi).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.