Wiku: Pemerintah Ingin Vaksin Covid-19 Aman, Tepat, dan Cepat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    TEMPO.CO, JakartaJuru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan pemerintah ingin agar vaksin Covid-19 yang akan diproduksi di dalam negeri harus aman, tepat, dan cepat.

    "Perlu kami sampaikan bahwa dalam perkembangan vaksin ini, pemerintah Indonesia memprioritaskan tentang 3 hal penting, pertama aman, kedua tepat, ketiga adalah cepat," kata Wiku dalam konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta, Jumat, 24 Juli 2020.

    Sebelumnya, BUMN Farmasi Bio Farma bekerja sama dengan perusahaan asal Cina, Sinovac Biotech, untuk memproduksi vaksin untuk Indonesia. Vaksin buatan Sinovac tersebut tiba di Indonesia pada Ahad, 19 Juli 2020.

    Wiku Adisasmito mengatakan yang dimaksud aman adalah vaksin tersebut harus mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia dan tidak ada efek samping.

    Kedua, kata dia, harus tepat artinya vaksin harus betul-betul bisa menimbulkan kekebalan spesifik pada virus yang beredar di Indonesia.

    Ketiga adalah cepat, karena kondisi pandemi Covid-19 yang dihadapi dunia, termasuk Indonesia maka pemerintah harus betul-betul cepat melindungi rakyat Indonesia.

    "Termasuk uji klinis bisa terlaksana dengan cepat tapi juga benar dan juga harus bisa diproduksi dengan baik dan dalam jumlah yang memadai," kata Wiku.

    Vaksin Sinovac dan Bio Farma itu saat ini sedang dilakukan uji klinis oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. "Sekarang sedang melalui proses uji klinis fase tiga dan harapannya nanti akan bisa selesai," kata Wiku.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?