Tito Karnavian Klarifikasi Jenazah Covid-19 Lebih Baik Dibakar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Duta Besar Korea Selatan Kim Chang-beom dalam konferensi pers terkait Pilkada 2020, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin 8 Juni 2020. TEMPO/ Fikri Arigi

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Duta Besar Korea Selatan Kim Chang-beom dalam konferensi pers terkait Pilkada 2020, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin 8 Juni 2020. TEMPO/ Fikri Arigi

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengklarifikasi pernyataan terkait penanganan jenazah Covid-19 dalam kegiatan webinar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

    "Kesempatan ini saya mau mengklarifikasi berita yang menurut saya dipotong saat acara webinar FKUB pada Rabu, 22 Juli 2020 secara nasional," kata Mendagri Tito Karnavian usai salat Jumat di Masjid Taya Al Fatah Ambon, Jumat, 24 Juli 2020.

    Dalam diskusi saat itu, Tito menjelaskan soal penanganan jenazah Covid. "Saya sampaikan jenazah Covid secara teori seyogyanya dibakar agar virusnya juga mati. Tetapi belum tentu sesuai dengan akidah atau keyakinan agama tertentu, seperti saya seorang Muslim, " katanya.

    Karena itu, kata Tito, tekniknya adalah dengan cara dibungkus rapat, supaya virus tidak ada celah untuk keluar. Setelah itu, jenazah dimakamkan di lokasi yang kering, sehingga tidak ada kemungkinan untuk virus keluar mengalir di air dan sebagainya.

    Tetapi, kata Tito, ada media yang memotong, bahkan ada kata-kata yang di luar apa yang dikatakan, yakni jenazah Covid-19 harus dibakar. "Saya tidak pernah mengatakan hal seperti itu, yang saya katakan ini panjang saat diskusi penanganan jenazah Covid-19, " ujarnya.

    Mendagri meminta polemik terkait pernyataan ini diakhiri dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Karena pernyataan terkait perlakukan terhadap jenazah yang terinfeksi Covid-19 dikembalikan pada protokol kesehatan dan penanganan sesuai keyakinan (akidah) setiap agama.

    Mendagri meminta agar pemberitaan jika dimuat di media jangan dipotong-potong sehingga kehilangan konteks.

    "Masyarakat akhirnya melihat sepotong dan berfikir saya mengharuskan cara penanganan jenazah dibakar, tentu tidak. Saya kira teman-teman yang ikut webinar saat itu memahami betul jika membaca konteks secara keseluruhan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?