PAN Bantah Pecat Amien Rais

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais didampingi Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo (kanan) dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (kiri) menggelar konferensi pers menceritakan isi surat dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais didampingi Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo (kanan) dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (kiri) menggelar konferensi pers menceritakan isi surat dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi membantah partainya memecat Amien Rais. Ia berujar tidak ada kebijakan dari DPP yang ingin Amien keluar.

    "Sampai hari ini Pak Amien masih milik PAN dan saya meragukan jika Pak Amien Rais akan mendirikan partai politik baru," kata Viva Yoga dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 Juli 2020.

    Hal ini diungkapkan Viva menanggapi pernyataan Amien Rais yang mengaku dikeluarkan dari partai yang didirikannya itu. Amien menduga pemecatannya ini karena menolak jika PAN bergabung dengan koalisi pemerintah.

    "Saya sudah enggak di PAN. Saya sudah dikeluarkan anak-anak buah saya itu karena enggak setuju gabung dengan rezim yang enggak ketulungan itu," katanya dalam diskusi daring Bahaya Komunisme di Dunia Islam seperti dikutip dari akun YouTube UTZ Official, Jumat, 24 Juli 2020.

    Amien juga mengkritik sikap petinggi PAN yang datang ke Istana bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Saya lihat kemarin, ya Allah, mohon maaf, baru kali ini kami bawa menghadap presiden pengurus baru," tuturnya.

    Selain itu, Amien meminta pengurus PAN berpikir ulang jika ingin memutuskan bergabung dengan pemerintahan Presiden Jokowi. Ia meminta mereka berhitung dengan rasio dan keimanan.

    "Kalau anda ingin tetap mendukung rezim ini, itu jelas langkah yang keliru bin salah. Jadi gak ada rasionalisasinya," kata mantan Ketua MPR itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.