Ada Warga Tak Percaya Data Covid-19, Moeldoko: Lihat Realitanya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Presiden Moeldoko enggan menanggapi hasil sigi lembaga survei Charta Politika, yang menyebut bahwa masih ada sekitar 40 persen masyarakat Indonesia yang tak percaya data kasus Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah. Ia menilai perdebatan terkait hal itu tak relevan.

    "Kita itu kan melihat realita ya, realitanya seperti korban yang meninggal kan itu tidak bisa dibohongi. Semua proses pemakaman dan lain-lain bisa diikuti dan dimonitor. Jadi menurut saya kita jangan hanya meramaikan dengan hal-hal seperti itu," ujar Moeldoko di kantornya, Kamis, 23 Juli 2020.

    Moeldoko mengatakan yang terpenting saat ini adalah memastikan protokol kesehatan dapat dipatuhi oleh masyarakat. Sebab, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Ia meminta masyarakat harus waspada agar tak ikut terjangkit virus ini.

    "Yang perlu diramaikan adalah bagaimana meningkatkan kewaspadaan masyarakat, kesiapsiagaan masyarakat dalam merespon protokol itu agar tidak kendur," kata Moeldoko.

    Dari sigi yang dibuat Charta Politika, tampak bahwa 40,9 persen masyarakat tak percaya dengan data yang dirilis oleh pemerintah terkait Covid-19. Dari 40,9 persen itu, 36 persen di antaranya kurang percaya dan 4,9 persen tidak percaya sama sekali.

    Meski begitu, presentasi dominan sebesar 56,1 persen masyarakat menyatakan masih percaya data Covid-19 yang dirilis pemerintah. Namun dari 56,1 persen itu, hanya 8,9 persen yang menyatakan sangat percaya. Sedangkan 47,2 persen lainnya menyatakan cukup percaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.