PDIP Belum Umumkan Calon Pilkada Surabaya, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  Megawati Soekarnoputri (kiri) berbincang dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Minggu, 12 Januari 2020. PDIP menargetkan memenangkan di 60 persen wilayah yang menggelar Pilkada serentak pada 2020. ANTARA

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (kiri) berbincang dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Minggu, 12 Januari 2020. PDIP menargetkan memenangkan di 60 persen wilayah yang menggelar Pilkada serentak pada 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto membeberkan sejumlah alasan partainya belum mengumumkan pasangan calon untuk Pilkada Surabaya 2020. Salah satunya, kader PDIP yang juga Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, saat ini masih sibuk mengurus pandemi Covid-19.

    "Kami juga nanti mendengarkan Bu Risma, karena apa pun Bu Risma saat ini sedang berkonsentrasi di dalam penanganan Covid-19 itu," kata Hasto dalam pesan suara, Rabu malam, 22 Juli 2020.

    Hasto mengatakan kondisi pandemi Covid-19 di Surabaya turut menjadi pertimbangan partainya belum mengumumkan calon wali kota-wakil wali kota. Apalagi, kota yang dipimpin Risma itu menjadi pusat dari seluruh konsentrasi dan penanganan pandemi.

    "Ketika hal-hal fundamental sudah dilakukan dengan baik dan ada tren yang positif, kami akan kerucutkan lebih matang lagi," kata Hasto.

    Hasto tak merinci siapa saja kandidat yang dipertimbangkan. Namun kata dia, partai akan mendengarkan aspirasi publik dalam menetapkan pasangan calon yang diusung.

    Menurut dia, partai mengkaji kemungkinan komposisi untuk memasangkan kader internal PDIP dengan tokoh nonpartai atau sebaliknya. "Kami sudah melakukan kajian, saat ini sedang tahap finalisasi," ucapnya.

    Selain itu, Hasto mengatakan pengumuman rekomendasi pasangan calon di Pilkada 2020 juga mempertimbangkan momentum. Secara strategi komunikasi politik, ia menyebut tak bisa semua daerah yang penting dan strategis serta menjadi pusat-pusat pergerakan politik diumumkan bersamaan.

    "Jakarta, Surabaya, Solo, Medan, Semarang itu contoh simbol-simbol politik yang penting. Intinya seluruh ibu kota provinsi. PDI Perjuangan tentu saja harus melihat momentum," ujar Hasto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.