Periksa Maria Lumowa, Bareskrim Dalami Perusahaan Debitur

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa dihadirkan saat konferensi pers di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020. Tersangka yang sempat buron selama 17 tahun ini, diserahkan ke Bareskrim pasca hasil tes rapid test dan swab test menunjukkan negatif Covid-19.TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tersangka pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa dihadirkan saat konferensi pers di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020. Tersangka yang sempat buron selama 17 tahun ini, diserahkan ke Bareskrim pasca hasil tes rapid test dan swab test menunjukkan negatif Covid-19.TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri tengah mendalami sejumlah perusahaan yang menjadi debitur Bank BNI melalui permohonan letter of credit (LC) fiktif. Hal itu didalami penyidik saat memeriksa Maria Lumowa pada 21 Juli 2020.

    "Ya jadi kemarin penyidik memberikan 27 pertanyaan kepada MPL terkait perusahaan yang menjadi debitur dari BNI, itu kami tanyakan," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 22 Juli 2020.

    Selain itu, penyidik juga mendalami ihwal beberapa surat dan dokumen yang dibuat oleh Maria saat melancarkan aksinya. Namun, Argo tak membeberkan lebih rinci dua topik yang menjadi agenda pemeriksaan Maria Lumowa.

    "Nanti kami update kembali. Ini adalah pemeriksaan sementara MPL," ucap Argo.

    Sejak Maria ditangkap dan dibawa ke Gedung Bareskrim Polri, penyidik telah memeriksa 14 saksi yang beberapa diantaranya adalah mantan terpidana dalam kasus tersebut. Rencananya, penyidik akan memeriksa delapan saksi tambahan dan satu saksi ahli tindak pidana korupsi mulai 20-29 Juli 2020.

    Dalam kasus pembobolan Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat letter of credit (LC) fiktif, polisi menetapkan 16 orang sebagai tersangka termasuk Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu. Kerugian negara dalam aksi Maria dan komplotannya ditaksir mencapai Rp1,7 dengan kurs tahun 2003.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?