Menkes Tak Komandoi Penanganan Covid-19, Ini Kata Demokrat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan di depan rumah calon presiden Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Juni 2019. TEMPO/Putri.

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan di depan rumah calon presiden Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Juni 2019. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menjadi Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020.

    Padahal dalam praktik di berbagai negara, Menteri Kesehatan yang menjadi leading sector memimpin penanganan pandemi. Hinca pun mengumpamakan dengan pergantian kapten dalam pertandingan sepak bola.

    "Seperti kita bermain bola, enggak ada ban kapten diganti, tapi kapten di tengah lapangan," kata Hinca, Selasa, 21 Juli 2020.

    Hinca mengatakan, dalam sepak bola kapten baru diganti ketika pemain yang menjadi kapten itu ditarik ke luar lapangan. Ia pun menilai penunjukan Erick alih-alih Terawan untuk mengomandoi penanganan Covid-19 kurang pas.

    "Harus dikatakan bahwa cara menggantikan ban kapten itu tadi kurang pas. Kecuali ditarik dulu baru diganti pemainnya, kira-kira begitu kalau main sepak bola," ujar mantan Pelaksana tugas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ini.

    Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai ditunjuknya Erick Thohir dilatarbelakangi kepentingan menangani dampak pandemi di bidang ekonomi. Namun ia juga mengaitkan hal ini dengan terus turunnya kepercayaan publik kepada Terawan.

    Sigi Indikator pada 13-16 Juli terhadap 1.200 responden mencatat tingkat kepercayaan terhadap Terawan sebesar 38,9 persen. Angka ini menurun dari survei Mei lalu sebesar 58 persen.

    Burhanuddin berujar, surveinya bersama seorang kolega dari Harvard pada Mei lalu mencatatkan angka lebih rendah. Ia menjelaskan, survei kala itu membagi Indonesia ke dalam tiga zona, yakni early PSBB implementers (daerah yang menerapkan PSBB sejak awal) seperti DKI Jakarta, late PSBB implementers, dan zona wilayah yang tak menerapkan PSBB.

    "Tingkat kepercayaan terhadap Menteri Kesehatan di wilayah Jakarta hanya 20-an persen. Jadi betul-betul drop sekali," ujar Burhanuddin, Selasa, 21 Juli 2020.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.