Dukung Komite Covid-19 Baru, PDIP: Utamakan BLT dan Padat Karya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto bersiap meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020. Hasto diperiksa sebagai saksi tersangka mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, terkait kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR Fraksi PDIP. TEMPO/Imam Sukamto

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto bersiap meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020. Hasto diperiksa sebagai saksi tersangka mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, terkait kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR Fraksi PDIP. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mendudukkan aspek kesehatan dan ekonomi bersama-sama dalam penanganan pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Hasto menanggapi survei Indikator bahwa ada pergeseran persepsi publik terkait Covid-19 dari dimensi kesehatan ke ekonomi.

    "Pemerintahan Pak Jokowi sudah merespons, jadi paradigmanya bukan 'or', tapi adalah 'and', di mana ekonomi dan kesehatan itulah yang didudukkan," kata Hasto dalam acara rilis survei Indikator secara virtual, Selasa, 21 Juli 2020.

    Hasto mengatakan hal ini tercermin dari dibentuknya Komite Covid-19 baru atau tim khusus yang melakukan integrasi penanganan Covid-19 yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Tim yang dimaksud ialah Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang dibentuk Jokowi melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020.

    Hasto mengatakan, partainya menilai ekonomi dan kesehatan adalah satu kesatuan dalam penanganan Covid-19. Menyinggung hasil survei yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap aparat keamanan cukup tinggi, Hasto mengatakan yang perlu dipastikan kini adalah bagaimana masyarakat tak kelaparan.

    Ia mendorong pemerintah mengutamakan program bantuan langsung tunai (BLT) atau cash transfer, seperti yang diinginkan mayoritas responden Indikator. Sebanyak 27,3 persen responden menyatakan bantuan tunai menjadi program paling penting untuk mengatasi dampak Covid-19.

    Menurut Hasto, PDI Perjuangan juga mendorong program padat karya seperti gerakan menanam tanaman pangan. Ia menyebut ini merupakan antisipasi terhadap krisis sekaligus upaya untuk berdikari di bidang pangan.

    "Perpres yang dikeluarkan Presiden yang mengintegrasikan seluruh tim dalam satu rampak barisan atas aspek pemulihan ekonomi dan kesehatan melalui pencegahan Covid-19 kami dukung sepenuhnya," ujar dia.

    Sigi Indikator Politik Indonesia sebelumnya mencatat ada pergeseran opini publik terkait Covid-19 dari dimensi kesehatan ke dimensi ekonomi. Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan pergeseran dimensi ini terjadi selama dua bulan terakhir secara signifikan.

    "Ada perubahan yang luar biasa selama dua bulan terakhir yang membuat masyarakat sepertinya mulai bergeser dari dimensi public health ke dimensi ekonomi," kata Burhanuddin dalam rilis virtual, Selasa, 21 Juli 2020.

    Burhanuddin menyatakan pergeseran ini tertangkap dari sigi Indikator pada 13-16 Juli lalu terhadap 1.200 responden. Pada Mei 2020, mayoritas atau 60,7 persen responden berpendapat pemerintah sebaiknya memprioritaskan masalah kesehatan, sedangkan 33,9 persen menyatakan agar masalah ekonomi menjadi prioritas.

    Tren ini berbalik pada sigi bulan Juli yang mencatat sebanyak 47,9 persen responden meminta pemerintah memprioritaskan masalah perekonomian dan 45 persen responden meminta masalah kesehatan menjadi prioritas.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.