Antusias Ormas Peserta POP Jadi Kunci Membangun Dunia Pendidikan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi guru sedang berdiskusi dengan siswa sekolah.

    Ilustrasi guru sedang berdiskusi dengan siswa sekolah.

    INFO NASIONAL-- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus memacu kualitas pendidikan di tanah air. Tidak terkendala Covid-19 yang hari ini masih mewabah, di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim, Kemendikbud terus meluncurkan berbagai program yang berguna bagi dunia pendidikan.
     
    Salah satunya melalui Program Organisasi Penggerak (POP), yang merupakan episode keempat kebijakan Merdeka Belajar. POP merupakan usaha Kemendikbud dalam melibatkan Organiasi Kemasyarakatan (Ormas) yang concern dalam dunia pendidikan.
     
    Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Iwan Syahril mengatakan, sejak diluncurkan pada 10 Maret 2020 lalu, POP telah menarik ratusan ormas yang selama ini fokus dalam perbaikan dan pengembangan dunia pendidikan di Indonesia. 
     
    “Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi. Saya bangga karena ini menunjukkan energi yang luar biasa untuk berpartisipasi dalam mengikuti (POP) hingga evaluasi. Partisipasi ratusan ormas ini menunjukkan kita bisa bergerak secara bersama, membangun dunia pendidikan,” tutur Iwan dalam Zoom Meeting, ‘Bincang Sore bersama Media tentang Hasil Evaluasi Program Organisasi Penggerak,’ Senin, (20/7/2020). 
     
    Untuk bisa lolos, ratusan ormas ini harus mengikuti proses seleksi yang ketat, transparan dan adil dengan sebelumnya mengajukan profil serta proposal POP ke Kemendikbud. Dalam proses verifikasi pun, lanjut Iwan, Kemendikbud telah menggandeng tim evaluasi independen, The SMERU Research Institute. 
     
    “Dalam evaluasi proposal kita sudah komitmen untuk menjaga integritas. Dan ini penting sekali karena bantuan dana yang kita alokasikan cukup besar. Jadi jangan memikirkan ada unsur politik dan lain-lain. Kami betul menghindari itu,” kata Iwan. 
     
    Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga kependidikan, Santi Ambarrukmi menambahkan, proses evaluasi ormas yang lolos dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu administrasi, teknis substantif, pembiayaan, dan verifikasi (visitasi).
     
    Evaluasi administrasi ormas berhubungan dengan kelengkapan data, dokumen dan proposal program saat ormas mendaftar mengikuti program POP. Setelah dinyatakan lolos, baru ormas mengikuti verifikasi selanjutnya. 
     
    “Jadi yang sudah memenuhi syarat pengajuan baru bisa dilakukan evaluasi teknis substantif. Evaluasi teknis substantif, pembiayaan dan visitasi ini dilakukan tim independen, tim dari Smeru,” kata Santi. 
     
    Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Praptono menambahkan, secara umum besaran bantuan dibagi menjadi tiga kategori yakni gajah, macan dan kijang. 
     
    Kategori pertama atau kategori gajah sasarannya lebih dari 100 satuan pendidikan dengan bantuan Rp20 miliar/tahun. Selanjutnya, kategori macan dengan 21-100 satuan pendidikan dengan bantuan Rp5 miliar/tahun. Terakhir kategori kijang dengan sasaran 5-20 satuan pendidikan. Bantuan diperoleh mencapai Rp1 miliar/tahun. 
     
    Penilaian terhadap ormas yang lolos dalam proses verifikasi dilakukan se-profesional mungkin agar bisa bermitra dengan Kemendikbud. Praptono berharap, program ini dapat berjalan dengan optimal meski dalam pandemi Covid-19. 
     
    “Dan nanti 2021 secara implementatif program ini akan memberikan andil di lapangan, menunjukkan hasil yang optimal. Ini merupakan komitmen kita bersama, memajukan sistem pendidikan,” ujar dia. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.