Politikus PAN Bilang Pembagian Dana Satgas Covid-19 Mesti Adil

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional Saleh Partaonan Daulay saat memberikan pernyataan media dalam peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2018. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional Saleh Partaonan Daulay saat memberikan pernyataan media dalam peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2018. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengubah gugus tugas menjadi satuan tugas penanganan Covid-19. Ia mengatakan struktur baru ini menunjukkan ada dua hal yang ingin dicapai pemerintah dalam penanganan pandemi, yakni aspek kesehatan dan ekonomi.

    Menurut Saleh, struktur anyar ini diharapkan membuat penanganan Covid-19 di Indonesia akan lebih berhasil. "Dengan satuan tugas, kedua bidang itu dibagi lebih jelas. Akan kelihatan siapa yang akan mengerjakan apa," kata Saleh kepada Tempo, Selasa, 21 Juli 2020.

    Saleh pun berharap pembagian tugas di struktur Satgas Penanganan Covid-19 baru ini dapat dilakukan lebih adil. Dia mewanti-wanti agar proporsi program kerja dibagi secara merata.

    "Tidak boleh mendahulukan pemulihan ekonomi dan meninggalkan penanganan kesehatan. Keduanya harus dikerjakan bersamaan," ujar politikus Partai Amanat Nasional ini.

    Saleh mengatakan pembagian alokasi anggaran pun harus adil dan memperhitungkan berbagai dimensi terkait. Ia meminta jangan sampai stimulus bidang keuangan jauh melebihi biaya pengobatan Covid-19.

    Apalagi, ujar dia, kasus positif Covid-19 masih terus meningkat. Saleh mengatakan masalah kesehatan tetap harus menjadi perhatian utama pemerintah.

    Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 ini dibentuk Presiden Jokowi melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Komite ini diketuai oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.