Pilkada Solo, PKS Tak Ingin Gibran Lawan Kotak Kosong

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa saat di Kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaen Kota Semarang, pada Jumat, 17 Juli 2020. Sebelum menjadi anggota DPRD Solo, Teguh Prakosa merupakan seorang guru olahraga di SMK Bhineka Karya Solo tahun 1986 hingga 2009. TEMPO/Jamal A. Nashr

    Pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa saat di Kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaen Kota Semarang, pada Jumat, 17 Juli 2020. Sebelum menjadi anggota DPRD Solo, Teguh Prakosa merupakan seorang guru olahraga di SMK Bhineka Karya Solo tahun 1986 hingga 2009. TEMPO/Jamal A. Nashr

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih berupaya mencari koalisi untuk Pilkada Solo 2020. PKS menyatakan tak menginginkan hanya ada calon tunggal di Pilkada Solo, yakni Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa.

    "PKS tidak menginginkan calon tunggal karena menunjukkan matinya demokrasi di Solo," kata juru bicara PKS, Pipin Sopian, kepada Tempo, Selasa, 21 Juli 2020.

    Menurut Pipin, PKS mengajak partai lain menggunakan haknya untuk mencalonkan wali kota yang memiliki integritas, kapasitas, dan pengalaman untuk memajukan Solo.

    Namun, ia tak menjawab pasti saat ditanya apakah partai akan melakukan lobi di tingkat pimpinan pusat. "DPP PKS akan mengawal aspirasi dari DPD PKS Solo," ujar dia.

    Di sisi lain, Ketua DPW PKS Jawa Tengah Abdul Fikri Faqih mengatakan partainya terus menjalin komunikasi dengan partai-partai lain di tingkat daerah. Kecuali, dengan PDIP yang sudah menerbitkan rekomendasi untuk Gibran-Teguh.

    Menurut Fikri, partai-partai lain awalnya masih wait and see dan susah diajak membangun koalisi. Namun kini pembicaraan semakin serius dan terbuka setelah PDI Perjuangan menentukan sikap untuk Pilkada Solo.

    "Kalau di media seolah-olah tertutup bagi yang lain itu biasa dalam dinamika pilkada. Bahkan sampai hari terakhir pendaftaran pun masih memungkinkan berubah," ujar Fikri secara terpisah, Selasa, 21 Juli 2020.

    Fikri mengatakan, masyarakat di Solo harus diberi suasana demokrasi yang sehat dengan hadirnya pilihan. "Bukan dipaksa menerima kondisi sehingga opsinya hanya nyoblos satu atau ngisi kotak kosong. Ini namanya pemasungan hak pilih," ujar Fikri.

    Partai ini hanya memiliki lima kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Surakarta. Untuk bisa mengusung calon, PKS memerlukan empat tambahan kursi lagi.

    Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, dan Partai Gerindra masing-masing memiliki tiga kursi, sedangkan PSI memiliki satu kursi. Namun, partai-partai tersebut sudah menyiratkan dukungan untuk Gibran, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.