Kasus Covid-19 Indonesia Lampaui Cina, Yurianto: Tidak Relevan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti menyaring ekstrak bahan alam untuk imunomodulator (peningkat imun tubuh) bagi pasien COVID-19 di Laboratorium Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 17 Juli 2020. LIPI bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait saat ini sedang melakukan tahap uji klinik penggunaan imunomodulator berbahan herbal, seperti jahe merah, meniran, sambiloto, dan sembung pada pasien di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Jakarta dan ditargetkan selesai akhir Juli 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Peneliti menyaring ekstrak bahan alam untuk imunomodulator (peningkat imun tubuh) bagi pasien COVID-19 di Laboratorium Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 17 Juli 2020. LIPI bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait saat ini sedang melakukan tahap uji klinik penggunaan imunomodulator berbahan herbal, seperti jahe merah, meniran, sambiloto, dan sembung pada pasien di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Jakarta dan ditargetkan selesai akhir Juli 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menilai tidak relevan membandingkan jumlah kasus Covid-19 yang telah melampui Cina.

    “Tidak relevan kalau hanya membandingkan asal virusnya. Kasus terjadi karena penularan dari manusia ke manusia, bukan dari negara ke negara,” kata Yurianto kepada Tempo, Senin, 20 Juli 2020.

    Yurianto mempertanyakan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang tidak dibandingkan dengan India, Brasil, dan Amerika Serikat maupun negara lain yang jumlah kasusnya lebih banyak.

    Menurut Yurianto, yang terpenting adalah apa yang harus dilakukan untuk mengatasi wabah tersebut. “Bukan untuk mempermasalahkan asal virusnya,” kata dia.

    Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini tercatat sebanyak 86.521 kasus. Berdasarkan data Worldometers.info per hari ini, jumlah kasus tersebut membuat Indonesia berada di peringkat 25 negara terbanyak kasus Covid-19.

    Angka ini juga melampaui Cina, negara yang pertama kali terserang wabah tersebut. Cina berada di urutan 26 dengan jumlah kasus sebanyak 83.682 orang.

    Adapun AS, Brasil, dan India masih menjadi tiga negara yang paling banyak jumlah kasus Covid-19. AS tercatat 3.898.550 kasus, Brasil 2.099.896 kasus, dan India 1.118.107 kasus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.