Ajukan Amicus Curae, MAKI Ibaratkan Joko Tjandra Hantu Blau

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman (kedua dari kiri) menyerahkan surat jalan Joko Tjandra yang diduga dikeluarkan salah satu instansi penegak hukum kepada Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 14 Juli 2020. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman (kedua dari kiri) menyerahkan surat jalan Joko Tjandra yang diduga dikeluarkan salah satu instansi penegak hukum kepada Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 14 Juli 2020. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Antikorupsi Indonesia mengajukan amicus curae atau sahabat keadilan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait Peninjauan Kembali buronan kasus cessie Bank Bali Joko Tjandra. MAKI menyatakan dua alasan PK Joko Tjandra tak bisa diterima.

    "Permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan Joko Soegiarto Tjandra tidak dapat diterima prosedurnya dikarenakan tidak memenuhi syarat kedudukan hukumnya," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, lewat keterangan tertulis, Senin, 20 Juli 2020.

    Alasan pertama, Boyamin mengatakan Joko Tjandra dapat dianggap tak pernah mengajukan PK. Sebab, kedatangan Joko Tjandra tak pernah masuk sistem perlintasan Direktorat Jenderal Imigrasi. Sehingga, Joko dapat dianggap tidak pernah berada di Indonesia. Secara hukum, kata dia, Joko berstatus buronan yang kabur ke luar negeri.

    Boyamin mengatakan orang yang mendaftatkan PK pada 8 Juni 2020 ke PN Jakarta Selatan dapat dianggap bukanlah Joko. Proses pendaftaran PK, kata dia, dapat dianggap tidak sah.

    "Dengan demikian orang yang mengaku Joko Soegiarto Tjandra pada saat mendaftakan PK di PN Jakarta Selatan haruslah dianggap tidak pernah ada di Indonesia, 'hantu blau'," kata Boyamin.

    Selain itu, berdasar Pasal 263 Ayat (1) KUHAP yang berhak mengajukan PK adalah terpidana atau ahli warisnya. Sedangkan, menurut Boyamin, Joko belum resmi menyandang status terpidana, karena vonis terhadap dirinya belum pernah dilaksanakan.

    "Dengan demikian dikarenakan Joko Soegiarto Tjandra saat ini buron dan belum menjalani hukuman penjara dua tahun, maka pengajuan Peninjauan Kembali tidak memenuhi persyaratan formil," kata Boyamin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.