Dana Pilkada 2020 Seret, Mendagri Ancam Buka Kas Pemda

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Duta Besar Korea Selatan Kim Chang-beom dalam konferensi pers terkait Pilkada 2020, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin 8 Juni 2020. TEMPO/ Fikri Arigi

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Duta Besar Korea Selatan Kim Chang-beom dalam konferensi pers terkait Pilkada 2020, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin 8 Juni 2020. TEMPO/ Fikri Arigi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersafari ke sejumlah daerah dalam rangka koordinasi pelaksanaan Pilkada 2020. Ia terutama memastikan agar dana dari Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Pilkada 2020 segera dicairkan.

    "Saya ingin meyakinkan daerah jangan sampai ditahan-tahan NPHD-nya. Saya muter juga untuk yakinkan itu," kata Tito dikutip dari Youtube Kemendagri RI, Ahad, 19 Juli 2020.

    Ahad sore, Tito Karnavian menggelar rapat koordinasi Pilkada 2020 di Provinsi Kalimantan Barat. Ia mengaku sebelumnya sudah berkunjung Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

    Menurut Tito, Kemendagri sudah beberapa kali meminta daerah segera mencairkan NPHD saat zoom meeting. Namun ternyata masih banyak daerah yang belum melakukan realisasi anggaran.

    "Maka terpaksa saya turun. Saya bacain satu-satu, biar media tahu, saya buka kartunya, dia punya saldonya sekian," kata Tito.

    Tito mengingatkan bahwa Kemendagri memiliki saldo keuangan semua daerah. Artinya, Kemendagri bisa mengecek jika suatu daerah beralasan belum bisa mencairkan NPHD karena tak punya anggaran.

    Mendagri Tito mencontohkan beberapa daerah di Provinsi Sumatera. Ia mengatakan telah mengecek anggaran yang dimiliki daerah-daerah tersebut untuk Pilkada 2020. Jika membayarkan NPHD, kata dia, ruang fiskal yang dimiliki pun masih besar. "Ini pasti nahan-nahan buat bargaining ini," ujar mantan Kepala Polri ini.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.