Kemenkes Ingatkan Protokol Covid-19 di Banjir Luwu Utara

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban banjir bandang melihat rumahnya yang hancur diterjang material lumpur di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat 17 Juli 2020. Hingga hari ini, jumlah korban meninggal mencapai 32 orang sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

    Warga korban banjir bandang melihat rumahnya yang hancur diterjang material lumpur di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat 17 Juli 2020. Hingga hari ini, jumlah korban meninggal mencapai 32 orang sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan semua pihak, terutama tenaga medis dan petugas lapangan, untuk menerapkan protokol Covid-19 selama menangani banjir di Luwu Utara, Sulawesi Selatan. “Ini harus menjadi perhatian semua pihak agar tidak terjadi bencana yang lebih parah lagi,” kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes dr Budi Sylvana, MARS, Ahad, 19 Juli 2020.

    Ia mengatakan upaya penanganan kesehatan akibat banjir bandang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara, pemerintah provinsi dan Kemenkes dengan menerapkan protokol kesehatan. “Ini dilakukan karena kita tidak hanya berhadapan dengan bencana alam tapi juga pandemi Covid-19,” kata Budi.

    Meskipun demikian, ia mengakui penerapan protokol Covid-19 atau kesehatan di lokasi bencana alam tidak mudah. Namun hal tersebut harus tetap dijalankan dan menjadi perhatian semua pihak agar tidak menambah masalah baru.

    Saat ini sudah dilakukan aktivasi pos klaster penanganan bencana termasuk aktivasi tim gerak cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara dan penilaian cepat terhadap pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kemenkes. “Secara umum layanan kesehatan masih dapat berjalan dengan baik namun memang tidak optimal,” ujar Budi.

    Ia mengatakan saat ini pasokan atau logistik masker menjadi kendala utama di Kabupaten Luwu Utara. Namun Kemenkes terus berupaya mengirimkan masker dalam jumlah besar ke daerah itu. Untuk penanganan mayat atau jenazah korban banjir di Luwu Utara, kata Budi, dilakukan di dua rumah sakit berbeda, yaitu RSUD Andi Djemma dan RSU Hikmah Masamba.

    Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Raditya Jati mengatakan hingga 19 Juli 2020 total korban jiwa akibat banjir bandang yang terjadi Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan sebanyak 36 orang. "40 orang hilang namun sebagian telah ditemukan dalam keadaan selamat dan 58 orang luka-luka," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.