Amankan Pilkada 2020, KPU Aktifkan Gugus Tugas Pengamanan Siber

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua anggota komisioner KPU Pusat, Pramono Ubaid Tanthowi (kiri) dan Viryan (kedua kiri), melihat proses pembuatan bilik dan kota suara di tempat pembuatannya di kawasan Pergudangan Dadap, Kosambi, Tangerang, Banten, Minggu, 30 September 2018. Sebanyak 811.272 bilik suara dan 540.940 kotak suara untuk pemilu legislatif dan presiden 2019, yang berbahan kardus, diproduksi di Tangerang dan ditargetkan selesai pada 30 November 2018. ANTARA

    Dua anggota komisioner KPU Pusat, Pramono Ubaid Tanthowi (kiri) dan Viryan (kedua kiri), melihat proses pembuatan bilik dan kota suara di tempat pembuatannya di kawasan Pergudangan Dadap, Kosambi, Tangerang, Banten, Minggu, 30 September 2018. Sebanyak 811.272 bilik suara dan 540.940 kotak suara untuk pemilu legislatif dan presiden 2019, yang berbahan kardus, diproduksi di Tangerang dan ditargetkan selesai pada 30 November 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis mengatakan bakal mengoptimalkan kembali gugus tugas pengamanan siber dalam rangka penyelenggaraan Pilkada 2020. Pasalnya serangan siber ke situs-situs milik KPU masih terjadi. Terbaru peretasan situs lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

    "Biasanya perilaku penyerang itu (melakukan) pada saat hari pemungutan suara, yaitu ke situng (sistem informasi penghitungan) atau web sejenis," kata Viryan dalam diskusi publik virtual “Keamanan Siber Teknologi Pilkada 2020”, Ahad, 19 Juli 2020.  

    Viryan menjelaskan gugus tugas pengamanan siber ini pertama kali dibentuk pada 2018 untuk mengamankan Pemilu 2019. Tim ini merupakan gabungan dari Direktorat Cybercrime Mabes Polri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara, dan KPU.

    Menurut Viryan, kerja tim ini sudah teruji saat pelaksanaan Pemilu 2019. Ia mengungkapkan saat itu sebenarnya terjadi banyak serangan siber ke situs situng KPU. "Seingat saya tidak pernah ada serangan yang berhasil secara efektif. Ini yang kami syukuri dan jadikan pembelajaran," ucap dia.

    Viryan mengatakan serangan siber kepada KPU sudah berlangsung sejak Pemilu 2004 atau saat KPU mulai menggunakan internet sebagai perangkat kerja. Tren peretasan mulanya sekadar deface atau mengubah tampilan website namun belakangan meningkat menjadi upaya mengakses data.

    "Praktik baik (penanganan serangan siber) di Pemilu 2019 itu karena banyak pihak yang terlibat. Dukungan multipihak jadi kata kunci," tutur Komisioner KPU ini.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.