Ma'ruf Amin Wanti-wanti Agar Pesantren Tidak Jadi Klaster Baru

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjadi khotib salat Jumat di Masjid Istana Wapres, Jakarta, 12 Juni 2020. KIP Setwapres

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjadi khotib salat Jumat di Masjid Istana Wapres, Jakarta, 12 Juni 2020. KIP Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan para pengurus pondok pesantren agar memberlakukan protokol kesehatan yang ketat demi mencegah penyebaran Covid-19.

    "Untuk lembaga pesantren ini kalau tidak disiapkan, bahaya. Datang anak, kemudian ada yang terpapar, itu bisa jadi klaster baru," ujar Ma'ruf dikutip dari video yang diunggah di YouTube Sekretariat Wakil Presiden, Ahad, 19 Juli 2020.

    Ma'ruf meminta supaya ada pengaturan kamar yang baik di pondok. "Di pesantren itu kan biasa dempet-dempetan, kamar yang mesti lima orang diisi oleh 15 orang. Memang begitu kan di pesantren, apa adanya," ujar kiai sepuh ini.

    Untuk itu, Ma'ruf meminta kamar di pesantren diatur walaupun tempatnya terbatas. Para santri yang mondok, kata Ma'ruf, juga harus diperiksa kesehatannya secara berkala. Begitupula dengan penyediaan alat kesehatan lainnya seperti masker dan tempat cuci tangan.

    Pemerintah, kata Ma'ruf, telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,7 triliun untuk 21.000 pesantren dalam rangka antisipasi Covid-19 di lingkungan pendidikan tersebut.

    "Kalau sudah disiapkan dengan baik, pesantren paling aman (dari Covid-19) sebab mereka dikarantina. Kemudian dikawal jangan sampai mereka keluar masuk. Pesantren lebih aman daripada sekolah biasa," kata Ma'ruf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.