Ratusan Tenaga Kesehatan di RS Unud Telah Terima Insentif

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasien positif COVID-19 terakhir yang dirawat di RSUD Arifin Achmad (tengah) melambaikan tangan untuk berterima kasih kepada tenaga kesehatan saat proses pemulangan di Kota Pekanbaru, Riau, Ahad, 31 Mei 2020. Pemerintah Indonesia menyatakan jumlah pasien sembuh dari COVID-19 hingga 31 Mei 2020 terus bertambah. ANTARA/FB Anggoro

    Pasien positif COVID-19 terakhir yang dirawat di RSUD Arifin Achmad (tengah) melambaikan tangan untuk berterima kasih kepada tenaga kesehatan saat proses pemulangan di Kota Pekanbaru, Riau, Ahad, 31 Mei 2020. Pemerintah Indonesia menyatakan jumlah pasien sembuh dari COVID-19 hingga 31 Mei 2020 terus bertambah. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur RS PTN Universitas Udayana Dewa Putu Gede Purwa Samatra mengatakan bahwa ratusan tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit itu telah menerima insentif terkait penanganan Covid-19.

    "Dokter 35, tenaga perawat dan penunjang 400-an orang. Insentifnya sudah terima untuk bulan Maret, April dan Mei ditransfer ke bank masing-masing dari tenaga medis," kata Samatra saat dihubungi di Denpasar, Sabtu, 18 Juli 2020.

    Samantra juga telah menerima laporan dari para tenaga kesehatan bahwa insentif telah masuk ke masing-masing rekening. "Rincian perolehannya itu sesuai permenkes untuk dokter berapa, untuk perawat berapa ada itu di permenkes. Saya biasanya akan bertanya ke yang bersangkutan apakah sudah sesuai permenkes dan mereka jawab sudah," kata dia.

    Adapun saat ini, RS Unud tengah merawat 47 pasien positif Covid-19. Termasuk diantaranya tenaga kesehatan yang terpapar virus, yaitu dokter umum satu orang, petugas rekam medis dua orang, residen anestesi satu orang dan residen interna satu orang.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya sebelumnya mengatakan bahwa Pemprov Bali telah mencairkan insentif sebesar Rp 3,7 miliar bagi tenaga medis dan non-tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan pasien Covid-19.

    Adapun rinciannya, untuk dokter spesialis per bulannya maksimal sebesar Rp 15 juta, dokter umum dan dokter gigi sebesar Rp 10 juta, perawat atau bidan sebesar Rp 7,5 juta, tenaga "tracing contact" di Dinkes Bali sebesar Rp 5 juta dan tenaga kebersihan serta pramusaji sebesar Rp 2,5 juta.

    Penerimaan insentif Rp 3,7 miliar bagi tenaga medis dan non medis ditujukan bagi setiap rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Bali. Selain itu, dana insentif diberikan untuk tiga bulan yaitu Maret, April dan Mei.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?