Turis di Parangtritis Bantul Tewas akibat Ombak Hantam Perahu

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim SAR Pantai Parangtritis berpatroli dan mengingatkan pengunjung untuk tidak berenang terlalu ke tengah di Pantai Parangtritis, kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sabtu (16/3). Dengan 15 orang untuk satu giliran jaga, tim SAR Pantai Parangtritis harus berjaga mengawasi ribuan pengunjung tiap harinya yang mengunjungi dua pantai tujuan wisata utama di kabupaten Bantul yaitu Pantai Parangtritis dan Parangkusumo. TEMPO/Suryo Wibowo

    Anggota tim SAR Pantai Parangtritis berpatroli dan mengingatkan pengunjung untuk tidak berenang terlalu ke tengah di Pantai Parangtritis, kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sabtu (16/3). Dengan 15 orang untuk satu giliran jaga, tim SAR Pantai Parangtritis harus berjaga mengawasi ribuan pengunjung tiap harinya yang mengunjungi dua pantai tujuan wisata utama di kabupaten Bantul yaitu Pantai Parangtritis dan Parangkusumo. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, JakartaSeorang turis di Pantai Depok, Desa Parangtritis, Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal pauis da Sabtu pagi, 18 Juli 2020.

    Perempuan 33 tahun tersebut terhempas perahu yang diterjang gelombang tinggi di Pantai Parangtritis, perairan pantai selatan.

    "Korban bernama Dwi Kurnia, warga Padukuhan Kalidadap, Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul. Kejadian sekitar pukul 07.10 WIB," kata Kepala Kepolisian Sektor Kecamatan Kretek Komisaris S. Parmin di Bantul pada Sabtu sore.

    Menurut dia, dari keterangan sejumlah saksi saat itu korban bersama beberapa orang keluarga datang ke Pantai Depok sekitar pukul 05.15. Korban bermain di pinggir pantai bersebelahan dengan sebuah perahu nelayan yang parkir.

    Tiba-tiba datang gelombang tinggi mencapai sekitar 5 meter menyapu daratan hingga menerjang perahu milik nelayan tadi. Setelah ombak pantai surut, kehebohan terjadi karena kedapatan seorang turis tergeletak.

    "Korban saat ditemukan dalam kondisi lemas, muntah darah kemudian pingsan, dan langsung dilarikan ke klinik," kata Parmin.

    Setibanya di klinik kesehatan, petugas menyatakan korban telah meninggal dengan luka terbuka pada bagian muka, dada, dan perut akibat terkena empasan perahu.

    Parmin mengatakan keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah. Jasad korban dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulans milik Tim SAR Pantai Parangtritis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.