Boyamin: Prasetyo Kawal Joko Tjandra Pakai Jet Pribadi ke Kalbar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman (kedua dari kiri) menyerahkan surat jalan Joko Tjandra yang diduga dikeluarkan salah satu instansi penegak hukum kepada Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 14 Juli 2020. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman (kedua dari kiri) menyerahkan surat jalan Joko Tjandra yang diduga dikeluarkan salah satu instansi penegak hukum kepada Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 14 Juli 2020. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengaku mendapat informasi Brigjen Prasetyo Utomo atau Prasetijo Utomo sempat mengawal Joko Tjandra ke Pontianak menumpang pesawat jet pribadi.

    "Prasetyo Utomo juga menurut informasi yang masuk ke saya juga dia pernah ikut mengawal ke Pontianak dengan private jet," kata Boyamin dalam acara Polemik di Trijaya FM, Sabtu 18 Juli 2020.

    Menurut Booyamin Joko Tjandra memang sudah sering keluar masuk Indonesia. Menurutnya buronan kasus Cessie Bank Bali ini keluar masuk ke Indonesia dari Kuala Lumpur, Malaysia, dengan pintu masuk Pontianak.

    Boyamin mengatakan praktik ini bukan hanya sekali dilakukan. Bahkan menurutnya Joko Tjandra bukan hanya masuk dengan pesawat jet pribadi, namun juga pernah dengan menumpang pesawat komersial.

    "Bukan hanya sekali, pakai private jet, pakai Lion, pakai pesawat komersil pernah, jadi ini berulang," tuturnya.

    Boyamin mengatkan Joko tidak pernah tinggal dengan durasi lebih dari dua hari. Menurutnya Boyamin mawas diri bahwa dirinya buronan, dan sengaja mengendap-endap, sehingga setelah menyelesaikan segala urusannya di Indonesia, ia langsung kembali ke Kuala Lumpur.

    Brigjen Prasetyo Utomo resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Badan Reserse Kriminal setelah terbukti mengeluarkan surat jalan untuk Joko Tjandra pada Juni 2020 lalu. Ia kini telah dimutasi sebagai Perwira Tinggi Pelayanan Masyarakat dan ditahan selama 14 hari.

    Belakangan, dalam proses pemeriksaan, diketahui jika Brigjen Prasetyo Utomo juga memfasilitasi pembuatan surat bebas Covid-19. Alhasil, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan jika Prasetijo terancam hukuman pidana.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.