Usung Menantu Jokowi atau Kader Sendiri di Medan, Ini Kata PDIP

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  Megawati Soekarnoputri (kiri) berbincang dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (tengah) dan Ketua DPP PDIP bidang Hukum, HAM, dan Perundang- undangan Yasonna H Laoly di sela penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Minggu, 12 Januari 2020. Dalam Rakernas ini juga menghasilkan rekomendasi, di antaranya komitmen PDIP dalam membumikan ideologi Pancasila, menjaga NKRI dan kebinekaan, kedaulatan wilayah serta ekonomi. ANTARA

    Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (kiri) berbincang dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (tengah) dan Ketua DPP PDIP bidang Hukum, HAM, dan Perundang- undangan Yasonna H Laoly di sela penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Minggu, 12 Januari 2020. Dalam Rakernas ini juga menghasilkan rekomendasi, di antaranya komitmen PDIP dalam membumikan ideologi Pancasila, menjaga NKRI dan kebinekaan, kedaulatan wilayah serta ekonomi. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menanggapi pencalonan kader partainya, Akhyar Nasution, oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat di Pilkada Medan 2020.

    Di sisi lain, PDIP dikabarkan bakal mencalonkan menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution. Menanggapi pertanyaan ihwal siapa yang lebih berpeluang dicalonkan, Hasto mengatakan partainya memiliki disiplin dan taat pada konstitusi partai. "Ketika nanti rekomendasi sudah ditandatangani oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, maka semua wajib untuk taat," kata Hasto dalam konferensi pers virtual, Jumat, 17 Juli 2020.

    PDIP hari ini mengumumkan rekomendasi untuk 45 bakal pasangan calon kepala daerah-wakil kepala daerah yang diusung di Pilkada 2020. Namun Pilkada Medan belum termasuk yang diumumkan. Menurut Hasto, pengumuman untuk Pilkada Medan masih menunggu momentum. "Jadi yang di Kota Medan tunggu saja tanggal mainnya," ujar Hasto.

    Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat menyatakan telah menerbitkan surat tugas untuk Akhyar Nasution. Akhyar juga telah berkomunikasi dengan Dewan Pengurus Wilayah PKS Sumatera Utara dan berharap mendapat dukungan.

    Sekretaris Bappilu Demokrat Kamhar Lakumani dalam keterangannya pada medio Juni lalu mengatakan, partainya tak ingin Kota Medan dipimpin orang yang tengah coba-coba. Adapun Akhyar, yang merupakan Pelaksana Tugas Wali Kota Medan, dinilai lebih berpengalaman. Demokrat memiliki 7 kursi di DPRD Kota Medan, sedangkan PKS memiliki 4 kursi. Jika keduanya berkoalisi, maka syarat minimal 10 kursi untuk mengajukan calon sudah terpenuhi.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?