Banjir di Luwu Utara, BPBD Sebut Warga Butuh Sanitasi Portabel

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di sekitar rumah yang tertimbun lumpur dan batang pohon akibat terjangan banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu, 15 Juli 2020. ANTARA/Abriawan Abhe

    Warga melintas di sekitar rumah yang tertimbun lumpur dan batang pohon akibat terjangan banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu, 15 Juli 2020. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, JakartaKepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dijadwalkan akan meninjau langsung kondisi terkini banjir di Luwu Utara, tepatnya di Masamba, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 17 Juli 2020. "Sesuai jadwal, Kepala BNPB akan datang meninjau sejumlah titik banjir bandang lewat udara hari ini," kata Kepala BPBD Luwu Utara, Muslim Muhtar. 

    Ia menyatakan Kepala BNPB Doni Monardo memiliki agenda tersendiri atau tidak bersama dalam rombongan Menteri Sosial Juliari P Batubara. "Jadi Kepala BNPB akan meninjau titik bencana di Masamba dan Radda. Ingin melihat langsung (sejauh mana tingkat kerusakan)," ujar Muhtar.

    Untuk bantuan yang dibutuhkan, kata dia, adalah bahan makanan bagi pengungsi mengingat dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemulihan. Selain itu, kebutuhan dalam waktu yang singkat dan sangat di butuhkan oleh masyarakat itu adalah sanitasi portable.

    Alat berat juga dibutuhkan untuk memindahkan material dan alat hisap air di lokasi banjir di Masamba"Kenapa ini penting karena sekarang semua infrastruktur rusak, termasuk sanitasi karena itu butuh sanitasi portabel. Karena sering (listrik) mati, maka kita butuh lampu portable," ujar Muhtar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.