Korban Tewas Banjir Bandang Masamba Hingga 16 Juli Capai 23 Orang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas SAR gabungan dan warga mengevakuasi jenazah korban banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu, 15 Juli 2020. ANTARA/Abriawan Abhe

    Petugas SAR gabungan dan warga mengevakuasi jenazah korban banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu, 15 Juli 2020. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan terus bertambah. Banjir menimpa daerah ini pada Senin, pukul 8 malam, 13 Juli 2020.

    "Data sementara yang meninggal dunia yang telah ditemukan sebanyak 23 orang," kata Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam keterangan di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020.

    Hingga Rabu sore, 15 Juli 2020, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara mencatat sudah ada 156 Kepala Keluarga (KK) atau 655 jiwa yang mengungsi. Lalu, 4.202 KK atau 15.994 jiwa terdampak.

    Lalu 4.930 unit rumah terendam, 10 unit rumah hanyut, 213 unit rumah tertimbun pasir bercampur lumpur, 1 Kantor koramil 1403-11 terendam air dan lumpur ketinggian 1 meter, jembatan antar desa terputus dan jalan lintas provinsi tertimbun lumpur setinggi 1 hingga 4 meter.

    Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara menyebut banjir dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi dua hari sebelum bencana. Debit air hujan mengakibatkan Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap sehingga terjadi banjir bandang.

    Melihat potensi ancaman banjir bandang, Kabupaten Luwu Utara termasuk wilayah yang memiliki bahaya kategori sedang hingga tinggi untuk bencana banjir bandang. Sebanyak 11 kecamatan berada pada kategori tersebut. Jumlah populasi terpapar bahaya banjir bandang mencapai 23.402 jiwa.

    Hingga Kamis kemarin, banjir di Masamba belum surut. Dikutip dari Antara, aliran air Sungai Salukula di daerah ini kembali meluap dan merendam sejumlah rumah warga. Luapan terjadi akibat pendangkalan sungai karena tertutup material longsor pasca banjir bandang.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.