Wawan Divonis 4 Tahun dan Tidak Terbukti TPPU, Jaksa Pikir-pikir

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa, Tubagus Chaeri Wardana (Wawan), mengikuti sidang pembacaan surat amar putusan, tidak dihadirkan di Pegadilan Tindak Pidana Korupsi yang disiarkan secara daring dari gedung KPK, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020. Majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara selama 4 tahun terhadapTubagus Chaeri Wardana, pidana denda sejumlah Rp.200 juta subsider 6 bulan kurungan penjara, membayar uang pengganti Rp.58.025.103.859,00  dalam tindak pidana korupsi  terkait pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan dan banten. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa, Tubagus Chaeri Wardana (Wawan), mengikuti sidang pembacaan surat amar putusan, tidak dihadirkan di Pegadilan Tindak Pidana Korupsi yang disiarkan secara daring dari gedung KPK, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020. Majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara selama 4 tahun terhadapTubagus Chaeri Wardana, pidana denda sejumlah Rp.200 juta subsider 6 bulan kurungan penjara, membayar uang pengganti Rp.58.025.103.859,00 dalam tindak pidana korupsi terkait pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan dan banten. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi, M Asri Irwan, mengatakan akan berpikir terlebih dulu mengenai langkah lanjutan atas putusan majelis hakim terhadap Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

    "Kami akan pikir-pikir dalam waktu 7 hari," kata Asri usai pembacaan putusan terhadap Wawan atas kasus korupsi alat kesehatan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020.

    Asri mengatakan akan menganalisis pertimbangan-pertimbangan majelis hakim, khususnya terkait tindak pidana pencucian uang yang dianggap tidak terbukti. Sebab, ia menilai pertimbangan putusan berbeda dengan tuntutan.

    "Tadi kan baru saya dengarkan, mungkin ada penggalan-penggalan yang tidak dibacakan oleh hakim. Coba analisa dulu. Misalnya berkaitan harusnya ada TPPU terus harus ada kerugian negara dulu," kata dia.

    Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan diputus bersalah melakukan korupsi pengadaan alat kesehatan. Ia dihukum 4 tahun penjara dan pidana denda Rp 200 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

    Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 58 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dapat membayar uang pengganti maka harta akan disita. "Apabila harta tidak dapat mencukupi diganti pidana kurungan selama 1 tahun," kata Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani.

    Adapun terkait TPPU, majelis hakim mengadili Wawan dibebaskan dari dakwaan tersebut karena tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.