Gelar Tes Swab, Pimpinan KPK Mau Pastikan Pegawai Bebas Covid-19

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan tes swab kepada para pegawainya. Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan bahwa tes ini merupakan upaya untuk memastikan lingkungan dan pegawain KPK bebas dari virus Covid-19.

    “Kalau sebelumnya kita melakukan rapid test sekarang kita melakukan swab supaya lebih akurat hasilnya. Kemarin kan dari teman-teman kita ketahui ada tujuh pegawai KPK yang positif, yang lima sudah dinyatakan sembuh, sedang yang dua masih dalam isolasi,” kata Alex di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020.

    Tujuh pegawai KPK sebelumnya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Lima orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan dua lainnya masih melakukan isolasi. KPK kemudian melakukan tes swab dan meningkatkan penerapan protokol kesehatan sebagai upaya mitigasi terhadap penyebaran virus.

    Alex mengatakan tidak tahu di mana tepatnya ketujuh pegawai tersebut pertama kali terinfeksi Covid-19. Apakah saat bekerja dari rumah atau saat berada di kantor KPK.

    Menurut Alex, KPK sudah cukup berhati-hati dalam menerapkan protokol kesehatan dengan mengimbau rajin cuci tangan, mengukur suhu badan sebelum masuk serta pembatasan jumlah pegawai yang bekerja di kantor.

    Kebijakan pembatasan dan protokol kesehatan itu diakui Alex juga turut berdampak pada kinerja KPK di tengah pandemi ini. Kendati demikian, ia akan tetap memberlakukan protokol kesehatan di lingkungan KPK. "Pasti ada lah kalau biasanya kerja seribu orang sekarang kerja lima ratus orang. Termasuk di penindakan kita kan enggak bisa lagi semasif sebelumnya untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Karena itu kita harus tetap berpegang pada protokol kesehatan,” ujar Alex.

    ACHMAD HAMUDI ASSEGAF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.