Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra, DPR Minta Polri Cari Aktor Utama

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus PDIP Herman Herry usai ditetapkan menjadi Ketua Komisi III DPR RI. TEMPO/Dewi Nurita

    Politikus PDIP Herman Herry usai ditetapkan menjadi Ketua Komisi III DPR RI. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery mengapresiasi respons cepat Kapolri Jenderal Idham Azis yang mencopot Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan Mabes Polri Brigjen Prasetyo Utomo terkait surat jalan Djoko Tjandra. Dia berharap penyelidikan polisi dalam kasus tersebut tidak berhenti namun harus diusut tuntas.

    "Saya mengapresiasi respons cepat Kapolri melalui sanksi tegas terhadap yang bersangkutan. Tetapi saya harapkan investigasi ini tidak berhenti sampai di sini saja," kata Herman, Kamis, 16 Juli 2020.

    Dia meminta Polri harus memastikan untuk mengusut seluruh oknum yang terlibat dalam pelarian Djoko Tjandra sampai ke dalang utamanya. Politisi PDI Perjuangan itu memberikan perhatian khusus terhadap kasus yang menyita perhatian luas masyarakat Indonesia ini.

    Karena itu, menurut Herman, Komisi III DPR sampai harus beberapa kali mengadakan rapat dengar pendapat dengan mitra penegak hukum untuk bisa mendapat keterangan menyeluruh mengenai kasus pelarian Djoko Tjandra. "Kami di Komisi III DPR RI selalu berkomitmen mendukung kerja-kerja aparat penegak hukum yang profesional dan berintegritas. Sejak awal pula kami fokus pada kasus Djoko Tjandra ini," ujarnya.

    Dia mengatakan Komisi III DPR beberapa kali melaksanakan rapat pengawasan dengan mitra penegak hukum sekaligus menerima masukan dari masyarakat dalam mendorong terungkapnya kasus ini.

    Menurut dia, dua hari sejak Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR bersama Dirjen Imigrasi Kemenkumham dan menerima informasi terkait surat jalan Djoko Tjandra, Polri secara responsif langsung menindak oknum yang membantu pelarian buron kasus Bank Bali.

    Sebelumnya, Herman Hery dan dua anggota Komisi III lainnya, yaitu Sarifudin Sudding (Fraksi PAN) dan Arsul Sani (Fraksi PPP) menerima foto surat jalan Djoko Tjandra. Mereka mendapat foto tersebut dari Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) pada Selasa, 14 Juli 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.