Emil Salim: RUU Cipta Kerja Hanya Pikirkan Eksploitasi SDA

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahli Ekonomi, Prof. Emil Salim ikut menghadiri pertemuan antara sejumlah tokoh dan budayawan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 26 September 2019. Pertemuan untuk memberi masukan terkait permasalahan politik saat ini. TEMPO/Subekti.

    Ahli Ekonomi, Prof. Emil Salim ikut menghadiri pertemuan antara sejumlah tokoh dan budayawan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 26 September 2019. Pertemuan untuk memberi masukan terkait permasalahan politik saat ini. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Emil Salim, mengatakan Rancangan Undang-undang atau RUU Cipta Kerja hanya memikirkan eksploitasi sumber daya alam untuk menciptakan lapangan kerja.

    "Tidak ada poin untuk mengelola ekosistem SDA jangka panjang," kata Emil dalam diskusi pada Kamis, 16 Juli 2020.

    Ia mengatakan RUU tersebut belum berbicara dampak jangka panjang yang muncul dari adanya pembukaan lahan pekerjaan.

    “Yang saya lihat bahwa jalur cipta kerja ini hanya untuk jangka pendek, namun belum berlandaskan jangka panjang yang sesuai ekosistem,” kata Emil.

    ADVERTISEMENT

    Emil Salim mencontohkan Kalimantan dan Papua, misalnya, yang unggul untuk ditanami tanaman pangan. Namun malah ada upaya memaksakan untuk dapat memproduksi lahan sawah. 

    Selain itu, SDA mineral dan tambang, misalnya, juga investasi yang dipikirkan hanyalah dampak ekonomi. Namun belum memaksimalkan reboisasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.