Jokowi Akui Ruwet Kendalikan Covid-19, Minta Kematian Ditekan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberikan pengarahan saat penyerahan bantuan modal kerja di Istana Bogor, Rabu, 15 Juli 2020. Presiden kembali menyerahkan bantuan kepada para pedagang kaki lima, keliling, rumahan hingga pedagang asongan masing-masing sebesar Rp 2,4 juta.  ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberikan pengarahan saat penyerahan bantuan modal kerja di Istana Bogor, Rabu, 15 Juli 2020. Presiden kembali menyerahkan bantuan kepada para pedagang kaki lima, keliling, rumahan hingga pedagang asongan masing-masing sebesar Rp 2,4 juta. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui sangat sulit mengendalikan angka kasus positif Covid-19. Oleh sebab itu, ia meminta para pembantunya agar berupaya menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19.

    Jokowi menyebutkan ada dua hal yang kini menjadi target dunia internasional dalam menangani kasus Covid-19. Pertama ialah menekan angka kematian. Kedua mendorong tingkat kesembuhan pasien setinggi-tingginya. 

    "Dua ini yang sekarang dikejar oleh negara-negara di dunia karena apa, mengendalikan Covid-19-nya, kasus positifnya sangat sulit," ujar Jokowi dalam pidatonya saat rapat tertutup dengan para gubernur di Istana Bogor, Rabu 15 Juli 2020 dikutip dari laman Setkab.go.id 

    Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengulangi penekanan kasus Covid-19 ada di dua hal itu. "Tapi kalau bisa tiga-tiganya, kasus positifnya turun, berarti positivity rate-nya, persentase-nya juga turun tetapi angka kesembuhan dinaikkan, angka kematian diturunkan serendah-rendahnya. Bukan barang yang gampang, tapi sekali lagi ini bukan barang yang gampang," ujar kepala negara.

    Hingga Rabu, 15 Juli 2020 kasus baru Covid-19 terus bertambah di atas seribu kasus per hari. Kemarin, diketahui ada 1.522 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

    Penambahan itu menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 80.094 kasus per 15 Juli 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 39.050 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh. Sementara 3.797 pasien meninggal.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.