Jokowi: Harus Ada Sanksi, Agar Masyarakat Sadar Pakai Masker

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) meninjau lahan yang akan dijadikan

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) meninjau lahan yang akan dijadikan "Food Estate" atau lumbung pangan baru di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis 9 Juli 2020. Pemerintah menyiapkan lumbung pangan nasional untuk mengantisipasi krisis pangan dunia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan segera mengeluarkan instruksi presiden atau Inpres terkait sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

    "Saya akan segera mengeluarkan inpres kepada gubernur, dalam rangka apa? Agar keluar yang namanya sanksi untuk pelanggar protokol,"ujar Jokowi dalam pidatonya saat rapat tertutup dengan para gubernur di Istana Bogor, Rabu 15 Juli 2020 dikutip dari laman Setkab.go.id.

    Saat ini, kata Jokowi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah mendahului penerapan sanksi itu.

    "Memang harus diberi sanksi. Kalau ndak, masyarakat kita ini tidak memiliki kesadaran untuk pakai masker, untuk jaga jarak. Dan kita serahkan kepada gubernur sesuai dengan kearifan lokal masing-masing, mengenai sanksi ini, memang harus ada. Dan inpres itu bisa dijadikan payung dalam nanti Bapak-Ibu mengeluarkan peraturan gubernurnya," ujar Jokowi.

    Hingga Rabu, 15 Juli 2020, kasus baru Covid-19 bertambah 1.522 kasus baru Covid-19. Penambahan itu menyebabkan kini kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 80.094 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 39.050 pasien dinyatakan sembuh. Sementara 3.797 pasien meninggal dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.