Kubu Tommy Soeharto: Perebut Partai Berkarya Cari Muka ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso di Istana Kepresidenan Jakarta, 29 November 2018. Tempo / Friski Riana

    Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso di Istana Kepresidenan Jakarta, 29 November 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Berkarya kubu Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, Priyo Budi Santoso menyebut bahwa kubu yang ingin mendongkel Tommy sedang mencari muka ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Hal tersebut, kata dia, untuk mendapatkan legitimasi dan dukungan dari pemerintahan yang berkuasa saat ini.

    “Mereka mencari muka dengan menyebut-nyebut sebagai pendukung pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin, namun kita ragu Presiden Jokowi akan menyambut,” ujar Priyo kepada Tempo, Rabu 15 Juli 2020.

    Dalam garis besar hasil Munaslub kubu Muchdi Pr menyebutkan Partai Berkarya mendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden RI Bapak Jokowi dan Wakil Presiden RI Bapak KH Ma’ruf Amin sebagai pasangan dalam Pilpres hasil Pemilu 2019 yang sah. Munaslub itu juga mendapuk Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi Pr sebagai ketua umum dan Badaruddin Andi Picunang sebagai sekretaris jenderal

    Meski kelompok lawannya mencari simpati Pemerintahan Jokowi, Priyo menegaskan kepemimpinan Hutomo Mandala Putra selaku Ketua Umum Partai Berkarya masih memiliki legitimasi yang kuat. Ia menyebutkan bahwa klaim dari anasir partai yang mencongkel kepemimpinan Hutomo melalui Munaslub pada Sabtu, 11 Juli 2020 bersifat tidak sah dan inkonstitusional.

    “Kemarin yang mengklaim secara sepihak untuk mengadakan munaslub adalah illegal dan inkonstitusional,” ujar Priyo.

    Lebih jauh, Priyo menjelaskan bahwa orang-orang yang tergabung dalam Presidium Penyelamat Partai Berkarya, salah satunya Muchdi Pr, sebenarnya sudah dikeluarkan dari keanggotaan pada 9 juli 2020 melalui rapat pleno yang kuorum. Oleh karna itu, menurutnya mereka tidak lagi berhak menggunakan lambang dan nama partai Berkarya.

    Ia menambahkan struktur organisasi Partai Berkarya tetaplah seperti yang tertera di Surat Keputusan Kementrian Hukum dan Ham, dan tetap berlaku hingga 2022. ”Kepengurusan ini tetap seperti SK Kemenkumham sebelumnya, yakni berlaku hingga 2022 dengan pak Tommy sebagai ketua dan saya sebagai Sekjen. Kami tidak berniat merombak kecuali terhadap personil yang telah kami berhentikan, ” ujar Priyo.

    Soal kegaduhan yang terjadi di hotel Grand Kemang lokasi tempat Munaslub, Sabtu 11 Juli 2020, Priyo mengungkapkan bahwa itu dilakukan semata-mata dilakukan demi menjaga kehormatan partai. “Kita melibatkan organ kepemudaan seperti Angkatan Pemuda Partai Berkarya, Barisan Jawara Partai Berkarya, Laskar Berkarya dan sebagainya untuk menjaga kehormatan partai,” ujarnya.

    Hari ini, Partai Berkarya menggelar acara ulang tahun di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Berkarya. Sayangnya, perayaan ini tidak dihadiri Tommy Soeharto. Menurut Priyo Budi, Tomy Soeharto sedang ada acara bersama keluarga. “Pak Tommy nggak jadi ke sini, mungkin karena beliau ulang tahun ya,” ujarnya.

    RAFI ABIYYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.