Pesantren Jadi Klaster Covid-19, Ma'ruf Amin Panggil Doni Monardo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. Foto: Setwapres

    Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. Foto: Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara wakil presiden, Masduki Baidlowi, mengatakan Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah memanggil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo terkait sejumlah pondok pesantren yang menjadi klaster penularan Covid-19.

    “Pak Wapres memanggil Pak Doni berdiskusi tentang perkembangan Covid-19 terakhir, termasuk soal pondok pesantren,” kata Masduki kepada Tempo, Rabu, 15 Juli 2020.

    Masduki mengatakan, ada sejumlah hal yang disepakati Ma’ruf dan Doni dari diskusi tersebut. Yaitu, santri-santri yang masih libur diharapkan agar tidak masuk dulu ke pesantren. “Kalau ada proses belajar, kalau memungkinkan jarak jauh. Artinya jangan masuk pesantren,” katanya.

    Ma’ruf, kata Masduki, meminta agar pondok pesantren yang diperbolehkan menggelar kegiatan belajar tatap muka hanya yang berada di zona hijau dan kuning.

    Untuk pesantren yang sudah memulai aktivitas belajar tatap muka diminta menaati protokol kesehatan. “Kalau bisa tetap physical distancing atau jaga kebersihan.”

    Masduki mengatakan, pesantren secara rutin juga harus melakukan tes PCR. Namun, hal itu perlu berkoordinasi dengan gugus tugas setempat karena biaya tes PCR yang mahal.

    Untuk pesantren yang sudah menjadi klaster, Ma’ruf meminta agar dikarantina. Gugus Tugas juga diminta untuk melakukan penelusuran kontak santri-santri yang positif.

    Menurut Masduki, Doni Monardo berjanji akan kunjungan berkala dan berkomunikasi dengan pimpinan pesantren untuk mencegah penularan Covid-19.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.