Terseret Kasus Prostitusi, Hana Hanifah Akhirnya Buka Suara

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hana Hanifa (kanan) didampingi kuasa hukumnya, Machi Ahmad saat jumpa pers di Mako Polrestabes Medan pada Selasa malam 14 Juli 2020. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

    Hana Hanifa (kanan) didampingi kuasa hukumnya, Machi Ahmad saat jumpa pers di Mako Polrestabes Medan pada Selasa malam 14 Juli 2020. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis FTV Hana Hanifah akhirnya buka suara terkait kasus dugaan prostitusi yang menjerat dirinya. Ia memberikan keterangan dengan suara terbata-bata untuk menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak. "Saya memohon maaf kepada seluruh warga kota Medan," ucapnya lirih sembari membaca kertas yang bertuliskan permohonan maaf yang dipegangnya.

    Dalam konferensi pers di Mako Polrestabes Medan pada Selasa malam, 14 Juli 2020, Hana Hanifa mengenakan pakaian hitam dan jilbab biru serta wajah yang ditutup masker. Didampingi oleh kuasa hukum Machi Ahmad, Hana Hanifa juga berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah menjaganya selama ditahan di Polrestabes Medan.

    "Saya berterima kasih bapak Kapolda Sumatera Utara, bapak Kapolrestabes dan Sat Reskrim yang menjaga saya saat di kota Medan dan tim penasehat hukum bang Machi dan kak Putri," ujarnya.

    Pada kesempatan itu, Hana Hanifa juga menegaskan bahwa dirinya merupakan saksi dalam kasus dugaan prostitusi tersebut. "Status saya di sini hanya sebagai saksi," ujarnya.

    Sebelumnya, personel Satreskrim dan Satintelkam Polrestabes Medan menangkap Hana Hanifah bersama seorang pria berinisial A di sebuah hotel di Medan pada Minggu malam 12 Juli 2020. Ia ditangkap terkait dugaan kasus prostitusi.

    Pada saat ditangkap, keduanya dalam kondisi tak berbusana lengkap. Selain kedua orang tersebut, petugas turut mengamankan seorang pria berinisial R yang berperan menjemput Hana di bandara dan mengantarkannya ke hotel.

    Pada saat dilakukan penggerebekan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu kotak alat kontrasepsi, dua unit handphone, dan kartu ATM.

    Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka masing-masing berinisial R dan J. Di mana J merupakan Mucikari dan R merupakan teman dari J yang berperan sebagai menjemput Hana di bandara dan mengantar ke hotel untuk menemui A.

    Sementara untuk Hana Hanifa dan A, polisi masih menetapkan sebagai saksi. Polisi masih mendalami terkait kasus tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Meredakan Sakit Gigi Dengan Bahan Alami

    Rasa nyeri yang menusuk dari sakit gigi sangat menyiksa. Namun hal tersebut bisa diatasi dengan bahan-bahan alami yang dapat diperoleh dengan mudah.