Dua Pejabat di Surabaya Meninggal, Satu karena Covid, Satu Diduga

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemakaman penanganan jenazah pasien COVID-19 menurunkan peti jenazah dari dalam mobil jenazah di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020. Petugas pemakaman dan penanganan jenazah pasien COVID-19 DKI Jakarta mempertanyakan tunggakan insentif kinerja Mei 2020 yang belum dilunasi oleh dinas terkait. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Petugas pemakaman penanganan jenazah pasien COVID-19 menurunkan peti jenazah dari dalam mobil jenazah di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2020. Petugas pemakaman dan penanganan jenazah pasien COVID-19 DKI Jakarta mempertanyakan tunggakan insentif kinerja Mei 2020 yang belum dilunasi oleh dinas terkait. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Rudy Ermawan Yulianto meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19, Selasa, 14 Juli 2020. Rudy mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya pada pukul 19.56. Ia dirawat di rumah sakit tersebut sejak 7 Juli lalu. Sebelumnya, Rudy sempat opname di Rumah Sakit Darmo Surabaya pada 5-7 Juli.

    Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Rudy terpapar Covid-19 setelah mengantarkan ayahnya berobat. Setelah dites usap tenggorokan (swab), ayah Rudy positif Covid-19. Ayah Rudy telah meninggal sepuluh hari lalu.

    Rudy kemudian menjalani tes swab dan dinyatakan positif covid. “Kita semua berduka, keluarga besar Pemprov Jatim berduka,” kata Khofifah seperti dikutip dari siaran pers Pemprov Jawa Timur.

    Menurut Khofifah, semasa hidup Rudy berperan aktif dalam penanganan Covid-19 di Jawa Timur sejak dibentuknya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Rudy, kata Khofifah, juga terlibat menyiapkan Rumah Sakit Darurat Lapangan di Jalan Indrapura, Surabaya. “Almarhum turun langsung dalam penambahan dan renovasi ruangan rawat pasien Covid-19 di RSUD Dr Soetomo,” kata dia.

    Sehari sebelumnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya Maria De Rosari Chandra Oratmangun meninggal di Rumah Sakit Husada Utama. Mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran itu dikabarkan meninggal karena terinfeksi virus corona akibat tertular dari pembantunya.

    Namun menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, hasil tes swab Chandra yang kedua dan ketiga dinyatakan negatif. “(Tes swab) yang pertama memang positif, tapi setelah itu negatif,” katanya.

    Karena dinyatakan negatif Covid-19, kata dia, pemulasaran jenazah pun tidak menerapkan protokol covid. Berdasarkan keterangan dokter, menurut Febriadhitya, Chandra dinyatakan menderita pneumonia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.