Covid-19: Panglima TNI Minta Pasukannya Fokus 3T di 8 Provinsi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah), Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar (kanan), Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo (kiri), Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Mintoro (kedua kiri), dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Moch Fachrudin (kedua kanan) memberikan keterangan pers usai mengikuti upacara pelepasan keberangkatan jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi ke rumah duka di Pekanbaru, Riau, di Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah), Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar (kanan), Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo (kiri), Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Mintoro (kedua kiri), dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Moch Fachrudin (kedua kanan) memberikan keterangan pers usai mengikuti upacara pelepasan keberangkatan jenazah Pelda Anumerta Rama Wahyudi ke rumah duka di Pekanbaru, Riau, di Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengumpulkan para petinggi lembaganya dari setiap matra secara virtual pada hari ini, Selasa, 14 Juli 2020 khusus membahas penanganan Covid-19. Dalam rapat internal itu, ia menyoroti soal penegakan disiplin protokol kesehatan di delapan provinsi prioritas.

    Provinsi-provinsi itu adalah Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Papua. Kepada para petinggi lembaganya, Hadi meneruskan perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar meningkatkan 3T, yaitu testing (pengujian), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) terkait melonjaknya kasus positif Covid-19 di sana.

    Hadi memerintahkan anak buahnya agar bekerja sama dengan kepolisian dan pemerintah daerah agar menghentikan penyebaran Covid-19. "Masih banyak masyarakat yang enggan menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah dan di ruang-ruang publik saat transisi kebiasaan baru menjadi pemicu penularan virus Covid-19," katanya dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI.

    Menurut Hadi, sinergitas yang telah terjalin wajib terus dilaksanakan termasuk diantaranya bersinergi dengan semua elemen yang ada. "Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda, untuk berpartisipasi membangun kesadaran kolektif menggunakan masker melalui penegakkan disiplin kesehatan," ucap dia.

    Hadi berujar intervensi berbasis lokal juga harus diterapkan seperti yang telah dilaksanakan di Madiun dengan “Pendekar Waras” (Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Agar Warga Sehat). Ia menilai hal ini mampu melaksanakan pendekatan kepada masyarakat dengan hasil yang cukup baik.

    Turut hadir dalam rapat yang membahas penanganan Covid-19 itu, para Kepala Staf Angkatan, Kepala Staf Umum TNI, Irjen TNI, para Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan, Kepala Badan Intelijen Strategis TNI, dan para pejabat TNI AD, AL, serta AU.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.