Wapres Ma'ruf Amin ke Tokoh Agama soal Corona: Ini Cobaan Berat

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Mar'uf Amin menggunakan hand sanitizer setelah berolahraga, di kediamannya, Jumat, 27 Maret 2020. Foto: Setwapres

    Wakil Presiden Mar'uf Amin menggunakan hand sanitizer setelah berolahraga, di kediamannya, Jumat, 27 Maret 2020. Foto: Setwapres

    TEMPO.Co, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak para tokoh agama untuk membantu pemerintah dalam menghadapi wabah virus Corona. Pernyataan ini sampaikan Wapres Ma'ruf Amin saat memberi pidato kunci dalam acara Dialog Virtual Lintas Iman: Peran dan Tantangan Agama di Masa dan Pascapandemik'.

    "Sebagai pemuka agama, sudah selayaknya kita turut memikirkan upaya-upaya yang dapat mendukung kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah, termasuk dalam memberikan bimbingan bagi para umat, terutama selama wabah Covid-19 masih melanda bangsa kita," katanya, Selasa, 14 Juli 2020.

    Ma'ruf menjelaskan Covid-19 merupakan cobaan berat yang dihadapi banyak negara di dunia. Dampaknya yang luas dan multidimensi, kata Ma'ruf Amin, memaksa semua negara menetapkan kebijakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Data per tanggal 12 Juli, jumlah korban terpapar mencapai hampir 13 juta orang di seluruh dunia, 7,4 juta di antaranya sembuh, sementara 567 ribu jiwa meninggal.

    Ma'ruf menuturkan pemerintah Indonesia berupaya dan menargetkan vaksin Covid-19 bisa tersedia pada pertengahan tahun depan dapat. Sementara itu, ia meminta para tokoh agama mengingatkan umatnya agar terus semangat dan mau mengikuti protokol kesehatan.

    "Dengan menggunakan masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak serta menjaga diri dan keluarganya agar tetap sehat dan produktif, namun tetap terlindungi dari kemungkinan tertular virus corona," ujar Ma'ruf.

    Selain itu, Ma'ruf mengajak umat lintas agama untuk berbagi dan menggalang solidaritas guna meringankan beban warga masyarakat yang membutuhkan bantuan. Pasalnya meski pemerintah telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp 695 Trilyun, bukan berarti sudah menjamin pulihnya kondisi ekonomi dan sosial masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?