Kasus Novel, Komnas HAM Tanggapi Dugaan Barang Bukti Dihilangkan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan) dan Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak (kiri) memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di Gedung Komisi Kejaksan, Jakarta, Kamis 2 Juli 2020. Komisi Kejaksan meminta keterangan Novel Baswedan sebagai tindak lanjut laporan pengaduan masyarakat mengenai kejanggalan tuntutan jaksa penuntut umum dalam persidangan perkara penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK tersebut dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan) dan Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak (kiri) memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di Gedung Komisi Kejaksan, Jakarta, Kamis 2 Juli 2020. Komisi Kejaksan meminta keterangan Novel Baswedan sebagai tindak lanjut laporan pengaduan masyarakat mengenai kejanggalan tuntutan jaksa penuntut umum dalam persidangan perkara penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK tersebut dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan dalam laporan awal tak menemukan adanya dugaan menghilangkan barang bukti kasus Novel Baswedan yang dilakukan oleh Inspektur Jenderal Rudy Heriyanto.

    "Kalau laporan Komnas HAM yang dulu tidak ada. Itu kan awal, rekonstruksi peristiwa. Enggak sampai ke sana dan enggak ada sebut nama," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat dihubungi pada Selasa, 14 Juli 2020.

    Anam menduga jika adanya dugaan menghilangkan barang bukti oleh Rudy Heriyanto baru terkuak di persidangan. Sementara Komnas HAM tidak sampai memonitor jalannya sidang. "Mungkin, terkait monitoring mereka di persidangan. Kami tidak monitor," kata Anam.

    Sebelumnya, Tim Advokasi Novel Baswedan melaporkan Rudy atas dugaan pelanggaran kode etik profesi. Ia dilaporkan karena diduga menghilangkan barang bukti kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

    Rudy dinilai telah melanggar ketentuan yang tertera dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Irjen Rudy saat ini adalah Kepala Divisi Hukum Polri yang menjadi pengacara Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahuette, terdakwa penyerangan Novel. Ia juga merupakan mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya sekaligus bagian dari tim penyidik yang menangani perkara penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.