Anggota DPRD Makassar Jadi Tersangka Bawa Paksa Jenazah Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menetapkan anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso bersama rekannya, AN, sebagai tersangka pembawa paksa jenazah pasien Covid-19.

    "Setelah dilakukan gelar perkara, kami tetapkan saudara AHI dan AN sebagai tersangka," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Komisaris Besar Ibrahim Tompo saat dihubungi pada Selasa, 14 Juli 2020.

    Tompo mengatakan saat ini penyidik sudah dalam tahap merampungkan berkas perkara AHI dan AN. Kendati demikian, keduanya belum ditahan. "Belum, belum ditahan," kata Tompo.

    Kasus bermula ketika Andi Hadi bersama keluarga pasien almarhum Chaidir Rasyid datang ke rumah sakit untuk mengambil jenazah. Mereka juga meminta agar jenazah tidak diperlakukan mengikuti protokol Covid-19.

    Namun pihak RSUD Daya melarang. Andi mengaku telah berkomunikasi sebelumnya dengan Direktur RSUD Daya, Ardin Sani, dan disebut bahwa permintaan untuk membawa jenazah pasien disetujui.

    "Tapi sebenarnya oleh direktur juga sudah dijelaskan bahwa sebaiknya jangan karena rawan menyebarkan penyakit. Namun kedua tersangka memaksa dan justru mengancam," ucap Tompo.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.