Pernah Singgung Reshuffle, Jokowi: Bukan Marah, Tapi Memotivasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo. Youtube

    Presiden Joko Widodo. Youtube

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa teguran yang ia berikan pada jajaran menterinya pada saat Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020 lalu, bukan merupakan kemarahan.

    Ia mengatakan hal itu dia lakukan agar jajaran menterinya lebih bersemangat dalam bekerja. "Bukan marah, memotivasi agar lebih keras lagi bekerjanya," kata Jokowi saat menemui wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2020.

    Jokowi mengatakan dari informasi dan perhitungan yang ia terima, prediksi puncak Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Agustus dan September mendatang. Karena itu, ia meminta para menterinya untuk bekerja extra ordinary untuk menekan puncak pandemi tersebut.

    "Kalau kita tidak melakukan sesuatu, ini bisa angkanya bisa berbeda. Oleh sebab itu saya minta para menteri untuk bekerja keras," kata Jokowi.

    Teguran keras Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna itu banyak dimaknai sebagai sebuah kemarahan dan kekecewaan terhadap jajarannya. Dalam pidato itu, Jokowi marah bahkan menyinggung soal kemungkinan reshuffle dan pembubaran lembaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.