Surya Anta Cerita soal Rutan Salemba, Yasonna: Diperiksa Dulu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengikuti rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 24 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengikuti rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 24 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menanggapi cuitan Surya Anta Ginting, mantan narapidana kasus makar Papua terkait kondisi di Rumah Tahanan Klas I Salemba, Jakarta Pusat. Yasonna mengatakan cerita itu belum diketahui kebenarannya.

    "Itu kan belum tahu benar atau tidak," kata Yasonna kepada wartawan, Senin, 13 Juli 2020.

    Meski begitu, Yasonna mengatakan ia telah memerintahkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reinhard Silitonga untuk memeriksa Rutan Salemba. "Sudah saya perintahkan diperiksa. Dirjen sudah saya perintahkan memeriksa ke sana," kata dia.

    Yasonna pun enggan menjelaskan lebih lanjut langkah yang akan diambil Kemenkumham. Meski persoalan kelebihan kapasitas dan transaksional di rutan dan lapas sudah acap ditemukan, ia hanya menegaskan cerita Surya Anta itu harus diperiksa terlebih dulu.

    "Makanya sekarang kan ada tim, dari dulu kan sudah kami minta kalau ada yang bersalah harus ditindak," ujar Yasonna.

    Dalam cuitannya, Surya Anta Ginting bercerita tentang overcapacity atau kelebihan kapasitas di Rutan Klas I Salemba. Ia juga bercerita tentang kesenjangan sosial, transaksional antarnapi hingga pelbagai bisnis yang ada di dalam. Surya mengatakan bisnis warung hingga narkoba ada di dalam Rutan Salemba tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.