PERSI Minta Rumah Sakit Memilah Jenis Tes Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim petugas medis di Kota Sorong, Papua Barat, saat melakukan tes cepat Covid-19. Pemeriksaan sampel swab di kota ini menggunakan mesin tes TBC karena alat PCR belum tersedia atau masih dalam proses difungsikan hingga Jumat 29 Mei 2020. (Foto Antara Papua Barat/ Ernes Kakisina)

    Tim petugas medis di Kota Sorong, Papua Barat, saat melakukan tes cepat Covid-19. Pemeriksaan sampel swab di kota ini menggunakan mesin tes TBC karena alat PCR belum tersedia atau masih dalam proses difungsikan hingga Jumat 29 Mei 2020. (Foto Antara Papua Barat/ Ernes Kakisina)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Lia G. Partakusuma meminta rumah sakit untuk memilah berbagai jenis tes Covid-19.

    “Rumah sakit sudah kami minta sosialisasikan untuk memilah. Dia harus punya berbagai komoditi untuk berbagai jenis tesnya, jangan sama pukul rata,” kata Lia dalam diskusi di akun Youtube BNPB, Senin, 13 Juli 2020.

    Lia mengatakan rumah sakit harus berhati-hati memilih jenis tes Covid-19 yang sebetulnya dibutuhkan untuk setiap orang. Sebab, kondisi tiap orang berbeda-beda.

    Misalnya, jika orang itu sudah memiliki gejala Covid-19, pemeriksaan bisa menggunakan rapid test antibodi karena kemungkinan besar antibodi sudah bisa terdeteksi. “Tapi yang tidak bergejala seperti apa,” ujarnya.

    Menurut Lia, rapid test antibodi digunakan untuk melihat apakah tubuh mempunyai respons terhadap masuknya virus ke dalam tubuh. Pemeriksaan yang menggunakan sampel darah ini dapat mendeteksi antibodi yang sudah terbentuk mulai 6-8 hari, bahkan 2 pekan. Sedangkan antigen bisa mendeteksi hari ketiga sampai sepekan.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.