Pemerintah Jelaskan tentang Potensi Covid-19 Menyebar di Udara

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pegawai toko menggunakan pelindung wajah dan masker saat pembukaan era baru pariwisata Bali di kebun binatang Bali Safari, Gianyar, Bali, 9 Juli 2020. Pemerintah Bali membuka seluruh objek wisata untuk warga lokal dengan memberlakukan sertifikasi protokol kesehatan sebagai bentuk era baru pariwisata Bali yang aman dari penyebaran Covid-19. Johannes P. Christo

    Seorang pegawai toko menggunakan pelindung wajah dan masker saat pembukaan era baru pariwisata Bali di kebun binatang Bali Safari, Gianyar, Bali, 9 Juli 2020. Pemerintah Bali membuka seluruh objek wisata untuk warga lokal dengan memberlakukan sertifikasi protokol kesehatan sebagai bentuk era baru pariwisata Bali yang aman dari penyebaran Covid-19. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan tentang potensi penyebaran Covid-19 lewat udara. Isu ini belakangan ramai dibicarakan setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengakui adanya potensi ini.

    Muhadjir mengatakan isu tersebut sebenarnya sudah pernah dijelaskan dalam temuan ilmuwan asal Jepang. Penyebaran lewat udara dimungkinkan terjadi lewat micro droplets.

    "Micro droplet itu adalah partikel-partikel kecil akibat kita ngomong, sampaikan apapun, kalo droplet yang turun, tapi yang ini mengapung-ngapung, dan inilah yang berbahaya, terutama kalau dia di ruang tertutup apalagi ber-AC," kata Muhadjir di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 13 Juli 2020.

    Berdasarkan temuan itu, kata Muhadjir, kemampuan micro droplets berada di udara bisa mencapai 20 menit. Karena itu, ia mengatakan sangat riskan terjadi penularan dalam suatu pertemuan di ruang tertutup yang diadakan cukup lama.

    Karena WHO telah menyatakan hal tersebut, Muhadjir mengatakan pemerintah telah menerapkan anjuran baru dalam protokol kesehatan. Pemerintah meminta masyarakat untuk menghindari pertemuan di ruang tertutup, terlebih di lokasi dengan ventilasi tertutup dan pertemuannya dalam jangka cukup lama.

    "Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya juga imbau setiap pertemuan untuk tolong dibatasi, terutama yang tertutup. Agar jangan sampai micro droplets itu tidak bisa segera keluar dari ruangan," kata Muhadjir.

    Bahkan ia mengatakan anjuran itu juga perlu diterapkan dalam ibadah Salat Jumat. Ia mengimbau ibadah mingguan itu dilaksanakan secara lebih cepat daripada umumnya. "Khotbah Jumat atau khotbah di ruang tempat ibadat lain sebaiknya dipersingkat. Termasuk juga bacaan, yang biasanya panjang-panjang, kalau bisa diperpendek untuk hindari micro droplets itu," kata Muhadjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.