Minggu, 20 September 2020

Sekolah di Surabaya Gelar MPLS Tatap Muka dan Online

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta didik baru mengikuti upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 2 Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 13 Juli 2020. Sebanyak 48 perwakilan dari 384 peserta didik baru mengikuti upacara yang merupakan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, selanjutnya kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan secara virtual. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah peserta didik baru mengikuti upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 2 Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 13 Juli 2020. Sebanyak 48 perwakilan dari 384 peserta didik baru mengikuti upacara yang merupakan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, selanjutnya kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan secara virtual. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Kota Surabaya menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) untuk siswa baru secara tatap muka dan dalam jaringan (daring) atau online.

    SMA Negeri 16 Surabaya misalnya, mendatangkan 17 perwakilan siswa baru untuk mengikuti pembukaan MPLS di sekolah. Kepala SMAN 16 Surabaya RA Roosdiantini menyampaikan kehadiran perwakilan siswa ini untuk memberikan contoh pembukaan pada 300-an siswa baru lainnya.

    "Kami ingin masih ada nuansa khidmatnya dengan perwakilan siswa ini. Jadi meskipun pandemi dan dilakukan virtual masih cukup sakral," ujar Roosdiantini.

    Roosdiantini mengatakan perwakilan siswa tersebut nanti akan didatangkan ke sekolah saat penutupan MPLS pada Rabu, 15 Juli 2020. Mengenai materi, kata dia, selama MPLS SMAN 16 menekankan materi pembentukan karakter siswa dan mengenalkan fasilitas di sekolah serta protokol kesehatan yang diterapkan.

    "Kami sudah melakukan workshop dengan guru agar tidak terbatas memakai media sosial Whatsapp untuk menyampaikan materi. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) juga menyingkatkan materi selama enam bulan menjadi empat bulan sehingga sisa waktunya bisa digunakan untuk ulangan," tutur Roosdiantini.

    Ke depan, pembelajaran di SMAN 16 Surabaya akan dilakukan dengan memakai berbagai media daring dengan skema 20 menit materi online, tatap muka, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab memakai media sosial.

    "Jadi siswa tidak penuh memakai banyak kuota untuk konferensi video. Hanya 20 menit setiap pelajaran, kemudian dilanjutkan komunikasi via Whatsapp untuk tanya jawab dan tugas dikumpulkan lewat email," kata Roosdiantini. Untuk menekankan kedisiplinan, lanjut dia, selama pembelajaran jarak jauh siswa juga tetap harus menggunakan seragam saat di rumah.

    Salah seorang siswa baru SMAN 16 Surabaya, Paramitha, mengaku tidak keberatan harus hadir ke sekolah karena ada protokol kesehatan yang diterapkan. "Ya merasa aman sih. Apalagi ke sekolah juga sebentar. Merasa siap untuk memulai tahun ajaran baru secara daring," katanya.

    Di tempat lain, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya menggelar MPLS secara daring dengan menghadirkan secara virtual Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Kepala SMA Muhammadiyah 2 Astajab menjelaskan karena pelaksanaan secara daring maka 400 siswa baru bisa mengikuti MPLS.

    "MPLS ini kami isi dengan pengenalan dan pembiasaan di sekolah, serta dihadiri Wagub melalui daring sehingga bisa memberikan motivasi pada siswa di tengah pandemi," katanya.

    Astajab menjelaskan selama Surabaya belum zona hijau maka kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem jarak jauh. Dalam proses MPLS selama seminggu, siswa akan dikenalkan wali kelas dan guru pelajaran. "Komunikasi nanti secara daring dan media sosial, langsung dari wali kelasnya," tuturnya.

    Tahun ajaran ini, SMA Muhammadiyah Surabaya mendapat 400 siswa yang terbagi di 14 rombongan belajar. Mereka terdiri dari kelas nasional yang berisi 36 siswa per rombongan belajar dan kelas internasional yang ada 20 siswa. "Pembelajaran nanti digelar sama seperti sekolah tatap muka. Dari pukul 07.00 WIB hingga sore. Kalau waktunya Salat Dhuha dan Zuhur ya istirahat dulu belajarnya," kata Astajab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    8 Tips Aman Mempercepat Datang Bulan

    Datang bulan yang terjadi bagi sebagian wanita dapat mengganggu aktivitas mereka. Tak sedikit yang menempuh sejumlah cara untuk mempercepat haid.