Jokowi: Kasus Impor Covid-19 Meningkat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga saat mengikuti rapid tes gratis menggunakan alat uji rapid tes produksi dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis 9 Juli 2020. Presiden Joko Widodo melarang jajarannya untuk membeli alat rapid test dan PCR virus corona dari luar negeri. Jokowi mengatakan saat ini Indonesia tak perlu impor karena telah mampu memproduksi sendiri alat tes Covid-19 tersebut. TEMPO/Subekti.

    Warga saat mengikuti rapid tes gratis menggunakan alat uji rapid tes produksi dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis 9 Juli 2020. Presiden Joko Widodo melarang jajarannya untuk membeli alat rapid test dan PCR virus corona dari luar negeri. Jokowi mengatakan saat ini Indonesia tak perlu impor karena telah mampu memproduksi sendiri alat tes Covid-19 tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang berasal dari luar negeri atau imported case dalam beberapa waktu belakangan. Ia pun menyerukan jajarannya agar lebih mewaspadai dan menerapkan pencegahan agar hal ini dapat diatasi.

    "Imported case dari luar negeri juga kita lihat meningkat," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas membahas evaluasi dan laporan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, di Istana Negara, Senin, 13 Juli 2020.

    Untuk menanggulangi ini, Jokowi meminta seluruh jajarannya untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan kewaspadaan di pos perbatasan wilayah Indonesia. Di awal pandemi menyerang Indonesia pada Maret, imported case memang dilaporkan cukup banyak. Namun setelah pembatasan dan pengetatan di pintu-pintu masuk ke Indonesia, kasus di Indonesia mulai berasal dari transmisi lokal.

    "Pengendalian wilayah perbatasan dan perjalanan serta transportasi lintas wilayah, ini betul-betul kita harus jadi kan perhatian lagi," ujar Jokowi.

    Jokowi tak menjabarkan berapa besar kenaikan imported case dan berasal dari mana saja kasus tersebut berasal. Meski begitu, pintu masuk dan keluar Indonesia hingga saat ini sebenarnya masih belum seterbuka di era normal. Sejumlah pengetatan seperti kewajiban tes rapid sebelum berangkat, masih diterapkan.

    Gelombang besar WNI dari luar negeri yang pulang ke Indonesia pun diketahui terjadi pada masa sebelum puasa dan setelah lebaran. Mereka juga disebutkan Gugus Tugas wajib menjalani karantina terlebih dahulu di sejumlah titik yang disiapkan pemerintah, sebelum diperbolehkan pulang dengan syarat bebas Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.